SuaraJakarta.id - Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-277 Pos Indonesia, pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan apresiasi atas perkembangan Pos Indonesia yang semakin baik.
Diketahui, Pos Indonesia berusia 277 tahun pada 26 Agustus 2023. Eksis selama ratusan tahun, Pos Indonesia terbukti mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan mengedepankan inovasi dan transformasi.
“Perkembangan Pos Indonesia dari tahun ke tahun, apalagi saat ini sudah berusia 277 tahun, tentu ada dinamika naik turun suatu perusahaan. Saya lihat sekarang Pos Indonesia dengan dinamika dan transformasi bisnis yang dilakukan, saya melihat Pos Indonesia punya prospek berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” kata Indra Sjafri.
Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 ini cukup mengetahui perkembangan Pos Indonesia karena puluhan tahun lalu ia pernah berkarier di Pos Indonesia.
Baca Juga:Bocah Menyendiri Nonton Lomba 17-an: Dia Belum Rasakan Kemerdekaan yang Sesungguhnya
“Awal saya bekerja di Pos Indonesia berkat saya menjadi pemain sepak bola di SP Padang. Tahun 80an itu belum ada kontrak profesional seperti zaman sekarang. Waktu itu wali kota Padang memberikan kesempatan saya mengikuti tes. Alhamdulillah, saya lolos. Itu di tahun 1985, saya kemudian mulai bekerja menyortir surat. Saat itu Pos Indonesia masih dominan di keuangan, pengiriman surat, dan logistik,” ucap Indra Sjafri.
Bekerja di Pos Indonesia sejak 1985, Indra Sjafri terpaksa hengkang pada 2007 karena panggilan hati kembali ke dunia sepak bola.
“Di tengah perjalanan tahun 2007, saya harus memilih antara tetap bekerja di Pos Indonesia atau di sepak bola. Kemudian, saya berdiskusi dengan keluarga. Istri dan anak perempuan ingin saya tetap di Pos Indonesia. Saya dan anak laki memilih sepak bola. Akhirnya sebagai kepala rumah tangga, saya memutuskan di sepak bola. Bukan karena tidak cinta dengan Pos Indonesia, tapi saya ingin fokus di salah satu,” tuturnya.
Tahun demi tahun berlalu, ketekunan dan kerja keras Indra Sjafri menukangi Timnas membuahkan prestasi. Namanya pun kian melambung dan dikenal masyarakat. Meski demikian, Indra Sjafri mengaku tak pernah melupakan Pos Indonesia yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya.
“Setelah saya memilih pindah ke sepak bola, memang dinamika, perjuangan, sangat luar biasa sampai ke titik seperti hari ini. Meski sudah banyak medali dan tropi saya kumpulkan untuk Indonesia, saya tidak pernah lupa dengan Pos Indonesia. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja di Pos Indonesia,” ucapnya mengenang.
Lantas, apa sebenarnya yang mendasari keputusan Indra Sjafri lebih memilih sepak bola ketimbang terus berkarya bersama Pos Indonesia?
- 1
- 2