Evaluasi SOP Sodetan Ciliwung karena Masih Banjir, Dinas SDA DKI: Kemarin First Trial

Ika menjelaskan, penyesuaian SOP dilakukan agar nantinya tinggi muka air yang meluap tak setinggi sekarang.

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Jum'at, 10 November 2023 | 19:19 WIB
Evaluasi SOP Sodetan Ciliwung karena Masih Banjir, Dinas SDA DKI: Kemarin First Trial
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta, Ika Agustin. [Suara.com/Fakhri]

Padahal, Jakarta kini telah memiliki fasilitas sodetan Ciliwung yang baru diresmikan tahun 2023 ini.

Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengakui adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang perlu diperbaiki. Ia pun meminta jajarannya untuk melakukan evaluasi.

"SOP-nya (standar operasional prosedur) mau diperbaiki," ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Heru mengatakan, saat ini mekanisme pengoperasian sodetan Ciliwung dilakukan saat air sungai hampir penuh. Hal ini membuat gorong-gorong raksasa itu tak langsung berfungsi saat hujan deras.

Baca Juga:Sodetan Ciliwung Belum Berdampak, Pemprov DKI Sebut Banjir Masih akan Terjadi

Karena itu, ia meminta dilakukan perubahan SOP agar sodetan bisa berfungsi meski sungai belum penuh. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI tengah merembuk.

"Kemarin saya minta udah langsung (air sungai ngalir) kebagi dua aja (ke Sungai Ciliwung dan Banjir Kanal Timur)," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini