Dari kesepakatan yang telah dicapai, nantinya akan menjadi pedoman dalam membuat lapak. Selain sosialisasi, juga dilakukan proses verifikasi pedagang.
"Setelah peresmian nantinya akan dilakukan pengundian dan penataan lapak," urainya.
Pedagang yang saat ini menempati tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) dijadwalkan mulai pindah ke pasar yang telah selesai direvitalisasi pada pekan kedua Februari sampai Maret 2024.
"25 Maret diharapkan seluruh pedagang bisa masuk menempati tempat baru dan berjualan," tandasnya.
Baca Juga:Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warganya, Mas Dhito Wujudkan Kabupaten Sehat
Sementara itu, Tugiyem, salah satu pedagang prancangan yang mengikuti kegiatan sosialisasi menyambut baik rencana pasar Wates yang segera diresmikan.
Dia berharap begitu pasar yang selesai direvitalisasi itu dapat ditempati, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar pasar sebagaimana yang sebelumnya terjadi.
"Mudah-mudahan dengan bangunan pasar yang sudah bagus ini nantinya pembeli banyak yang datang," ucapnya.