Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warganya, Mas Dhito Wujudkan Kabupaten Sehat

Selain menggiatkan sosialisasi ke masyarakat, dilakukan pula program bantuan untuk sanitasi terutama jambanisasi.

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Senin, 26 Februari 2024 | 14:47 WIB
Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warganya, Mas Dhito Wujudkan Kabupaten Sehat
Mas Dhito Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warganya. (Dok: Kabupaten Kediri)

Capaian kepesertaan jaminan kesehatan itu menjamin masyarakat untuk mendapatkan akses kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal ini juga mendukung keberhasilan program lain di sektor kesehatan.

Seperti penekanan angka kematian ibu (AKI) dimana pada 2021 terdapat 29 kasus, 2022 terjadi penurunan dan tercatat sebanyak 11 kasus kemudian 10 kasus di 2023. Lalu, angka kematian bayi (AKB) pada 2021 sebanyak 150 kasus, 122 kasus di 2022 dan 83 kasus di 2023.

Dalam kepemimpinan Mas Dhito, akhir 2021 telah disediakan mobil siaga yang ada di desa-desa. Selain untuk menunjang pelayanan pemerintah desa, mobil siaga ini juga diperuntukkan untuk mengantar warga untuk mengakses layanan kesehatan.

"Terutama dalam mengakses layanan kesehatan. Mobil siaga ini bisa digunakan untuk mengantarkan warga ke rumah sakit," tutur Mas Dhito.

Baca Juga:Pelantikan Pejabat di Pemkab Kediri, Mas Dhito Tekankan Pentingnya Loyalitas dan Kejujuran

Mas Dhito selalu menekankan kepada jajarannya, program yang dilaksanakan harus memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Di sektor kesehatan, berbagai langkah yang telah dilakukan harus diimbangi kualitas pelayanan dari tenaga kesehatan.

Pihaknya memastikan akan terus memantau kualitas pelayanan yang diberikan petugas kesehatan baik itu rumah sakit daerah maupun puskesmas.

Disisi lain, program peningkatan kesehatan masyarakat juga dilakukan pemerintah daerah dengan memperhatikan akses sarana sanitasi dasar. Tujuannya untuk mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau masyarakat bebas dari buang air besar di sembarang tempat.

Pada tahun 2022, terbit surat edaran (SE) bupati tentang percepatan 0% perilaku buang air besar sembarangan di Kabupaten Kediri tahun 2023. Untuk mewujudkan itu pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak mulai tingkat kecamatan, desa bahkan swasta. 

Selain menggiatkan sosialisasi ke masyarakat, dilakukan pula program bantuan untuk sanitasi terutama jambanisasi. Hasilnya, Desember 2023 sebanyak 343 desa dan 1 kelurahan atau 26 kecamatan yang ada di Kabupaten sudah 100% ODF. 

Baca Juga:Jaga ketahanan Pangan, Mas Dhito Bakal Siapkan Warehouse dan Tempat Pengeringan Gabah

Atas berbagai program dan capaian yang dilakukan pada November 2023 Pemerintah Kabupaten Kediri mendapatkan penghargaan Swati Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan ini diterima karena Kabupaten Kediri telah memenuhi 9 tatanan nilai kabupaten sehat. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak