"Mulai dari akhir tahun kemarin kita menunggu momen ini, karena dengan adanya penerbangan ini kita dalam menjalin silaturahmi dengan keluarga menjadi lebih dekat," ucapnya.
Sebagai warga asli Bumi Panjalu, Dwi berkeyakinan beroperasinya Bandara Internasional Dhoho ini dapat memacu pengembangan daerah khususnya Kediri Raya.
Selain warga Kayen Kidul itu, adapula Anang, 52, warga Ngasem, Kabupaten Kediri yang antusias dengan beroperasinya bandara Internasional Dhoho. Sebagai pelaku usaha dia rutin bolak balik Kediri-Jakarta dengan menggunakan pesawat.
Menurut pendapatnya, dibandingkan harus melewati Bandara Juanda, beroperasinya Bandara Internasional Dhoho lebih menghemat pengeluaran, termasuk waktu sehingga dapat diminimalisir resiko ketinggalan pesawat.
Baca Juga:Beri Alat Bantu Mobilitas untuk Difabel, Bupati Kediri: Yang Belum Mendapatkan Bisa Diusulkan
"Hemat waktu, tenaga juga, praktis dan nggak ribet. Posisi di Kediri ini aman banget bagi saya," ujar Anang.
Hal senada juga disampaikan Nadia, 20, warga Mojoroto, Kota Kediri yang saat itu hendak berangkat ke Jakarta melalui Bandara Internasional Dhoho.
Dia berharap setelah beroperasinya bandara dengan rute Jakarta-Kediri maupun sebaliknya ini, nantinya segera dibuka rute penerbangan baru baik domestik maupun internasional.
"Bisa ikut penerbangan perdana dari Kediri ini sangat excited sekali, mudah-mudahan nanti segera dibuka penerbangan ke daerah lain, terutama Bali karena suami kerjanya di sana," ucap Nadia.
Baca Juga:Mas Dhito Terjunkan 4 Dinas Bantu Anak Vakum Sekolah Karena Merawat Kedua Orang Tuanya