Belajar Tragedi Rinjani, Ini Tips Naik Gunung yang Benar Agar Petualanganmu Tak Berakhir Fatal

Tragedi pendaki Brasil di Rinjani jadi pengingat pentingnya persiapan matang sebelum mendaki. Riset, latihan fisik, logistik, dan jaga kondisi di jalur adalah kunci selamat

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 28 Juni 2025 | 13:53 WIB
Belajar Tragedi Rinjani, Ini Tips Naik Gunung yang Benar Agar Petualanganmu Tak Berakhir Fatal
Ilustrasi tips naik gunung atau pendaki gunung (Shutterstock)
ilustrasi cuaca cerah (Freepik/jannoon028)
ilustrasi cuaca di dataran tinggi (Freepik/jannoon028)

Cuaca di gunung bisa berubah dengan sangat cepat. Selalu pantau prakiraan cuaca dari sumber yang terpercaya beberapa hari sebelum pendakian.

Jika cuaca diperkirakan akan ekstrem, jangan ragu untuk menunda atau membatalkan perjalananmu. Nyawamu lebih berharga dari sekadar gengsi.

  • Di Jalur Pendakian: Jaga Sikap dan Kesadaran
  • Setelah persiapan matang, fase pendakian adalah saatnya mengeksekusi rencana dengan penuh kesadaran dan kewaspadaan.
  • Jangan Pernah Mendaki Sendirian

Ini adalah aturan emas dalam dunia pendakian, terutama bagi pemula. Mendakilah bersama teman atau kelompok. Jika tidak punya teman mendaki, banyak komunitas pendaki yang membuka trip bersama. Kehadiran teman akan sangat membantu saat kondisi darurat dan menjaga semangatmu.

"Walk at Your Own Pace" tapi Tetap Bersama Rombongan

Baca Juga:6 Rekomendasi Merek Pakaian Dalam Pria Populer di Indonesia, Bisa Dibeli di Tokopedia dan Shopee

Setiap orang punya ritme berjalan yang berbeda. Berjalanlah sesuai kecepatanmu, namun pastikan kamu selalu berada dalam jangkauan pandang atau suara dari teman di depan dan di belakangmu.

Jangan pernah meninggalkan teman yang kelelahan sendirian di belakang, dan jangan memaksakan diri mengejar teman yang lebih cepat jika kamu sudah lelah. Ingat kasus Juliana, kelelahan dan keterpisahan dari grup bisa berakibat fatal.

Dengarkan Tubuhmu: Istirahat Itu Wajib!

ilustrasi pendaki gunung (pixabay.com/kinkate)
ilustrasi pendaki gunung (pixabay.com/kinkate)

Ketika tubuhmu memberi sinyal lelah, jangan diabaikan. Segera berhenti dan beristirahat sejenak. Minum air, makan camilan, dan atur kembali napasmu. Memaksakan diri saat lelah hanya akan meningkatkan risiko cedera, kram, atau bahkan hipotermia.

Jaga Etika: Jangan Nyampah dan Jangan Merusak

Baca Juga:Siap-siap! Tarif Parkir Jakarta Bakal Naik Drastis

Gunung adalah rumah bagi flora dan fauna. Bawalah kembali semua sampahmu turun. "Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan bunuh apapun kecuali waktu."

  • Jika Terjadi Hal yang Tak Diinginkan
  • Metode S.T.O.P
  • Jika kamu tersesat atau terpisah, jangan panik. Lakukan metode S.T.O.P:
  • Stop (Berhenti): Jangan terus berjalan tanpa arah.
  • Think (Berpikir): Pikirkan kembali kapan terakhir kali kamu melihat teman atau tanda jalur.
  • Observe (Observasi): Amati sekelilingmu, cari tanda-tanda jalur, aliran air, atau tempat yang aman untuk berlindung.
  • Plan (Rencana): Buat rencana. Apakah lebih baik tetap di tempat dan menunggu bantuan, atau mencoba kembali ke jalur yang kamu yakini? Prioritaskan untuk tetap aman.
  • Gunakan Peluit
  • Tiup peluit tiga kali sebagai sinyal permintaan tolong internasional. Ini lebih efektif daripada berteriak yang hanya akan menguras tenagamu.

Jadilah Pendaki Cerdas, Bukan Sekadar Nekat

Mendaki gunung adalah sebuah perjalanan spiritual yang mengajarkan kita tentang kerendahan hati, kekuatan, dan keindahan alam. Namun, perjalanan ini harus diiringi dengan pengetahuan dan persiapan yang benar. Tragedi di Gunung Rinjani adalah pelajaran pahit bagi kita semua.

Mari jadikan setiap pendakian sebagai pengalaman yang memperkaya jiwa, bukan sebagai ajang pertaruhan nyawa. Persiapkan dirimu dengan baik, jaga keselamatan diri dan teman-temanmu, dan nikmatilah setiap momen di alam bebas dengan penuh tanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak