Baca 10 detik
- Sebuah tangkapan layar artikel viral mengklaim Presiden Jokowi berharap tidak dipenjara jika ijazahnya palsu.
- Hasil penelusuran fakta menunjukkan tidak ada artikel resmi media kredibel yang memuat pernyataan tersebut.
- Klaim ini terbukti hoaks karena merupakan artikel manipulasi tanpa kutipan atau sumber resmi yang diverifikasi.
Informasi seperti ini mudah tersebar karena:
- Mengaitkan isu sensitif politik dan hukum dengan figur publik.
- Menggunakan tangkapan layar yang tampak mirip dengan judul media berita untuk memberi kesan kredibel.
- Tidak dilengkapi dengan sumber resmi, kutipan langsung, atau tautan rujukan yang dapat diverifikasi.
Tips Cek Fakta Sebelum Share
Sebelum Anda menyebarkan artikel atau klaim yang terlihat sensasional:
- Pastikan sumbernya resmi, cek apakah artikel berasal dari media arus utama yang kredibel.
- Periksa kanal resmi tokoh yang diklaim memberi pernyataan — misalnya akun media sosial terverifikasi atau situs pemerintah.
- Waspadai tangkapan layar artikel tanpa tautan yang jelas — ini sering kali merupakan hoaks yang dimanipulasi.
Langkah sederhana ini dapat membantu Anda menghindari penyebaran hoaks yang menyesatkan.
Baca Juga:Cek Fakta: Benarkah Menkeu Purbaya Ancam Luhut & Sri Mulyani Soal Pengembalian Uang Negara