- Mayoritas ulama menyatakan pembayaran utang puasa Ramadan (qadha) wajib didahulukan daripada puasa sunnah Syawal.
- Kewajiban puasa Ramadan didahulukan karena ibadah wajib memiliki prioritas lebih tinggi dibanding amalan sunnah.
- Pendapat minoritas membolehkan puasa Syawal dulu jika khawatir waktu habis, namun utang puasa tetap harus ditunaikan.
SuaraJakarta.id - Pertanyaan tentang mana yang harus didahulukan, membayar utang puasa Ramadan atau menjalankan puasa sunnah Syawal, selalu muncul setiap tahun setelah Idulfitri. Tak sedikit yang masih bingung, bahkan ragu memulai puasa karena takut keliru dalam urutan ibadah.
Padahal, para ulama telah memberikan penjelasan yang cukup jelas mengenai hal ini. Mana yang Harus Didahulukan?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa membayar utang puasa Ramadan (qadha) sebaiknya didahulukan dibandingkan puasa sunnah Syawal.
Hal ini karena puasa Ramadan bersifat wajib sedangkan puasa Syawal bersifat sunnah Dalam kaidah fikih, ibadah wajib memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan ibadah sunnah.
Baca Juga:Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Salah satu rujukan utama adalah hadis Rasulullah SAW:
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”
Para ulama menafsirkan bahwa penyebutan “setelah Ramadan” mengisyaratkan bahwa puasa Ramadan harus disempurnakan terlebih dahulu, termasuk mengganti yang ditinggalkan.
Apakah Boleh Mendahulukan Puasa Syawal?
Di sisi lain, terdapat juga pendapat yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal, terutama jika khawatir tidak sempat melaksanakannya hingga akhir bulan.
Baca Juga:Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
Sebagian ulama menjelaskan jika puasa Syawal memiliki waktu yang terbatas sementara qadha puasa masih bisa dilakukan hingga sebelum Ramadan berikutnya.
Namun, pendapat ini tetap menekankan bahwa utang puasa wajib tidak boleh diabaikan.
Penjelasan Ulama: Ini yang Perlu Dipahami
Para ulama sepakat bahwa inti dari persoalan ini adalah prioritas dan tanggung jawab ibadah.
Beberapa poin penting:
- Qadha puasa adalah kewajiban yang harus ditunaikan
- Puasa Syawal adalah amalan tambahan dengan keutamaan besar
- Tidak ada larangan mutlak, tetapi urutan menjadi pertimbangan utama
Dengan kata lain, pilihan tetap ada, namun mendahulukan yang wajib adalah sikap yang lebih aman.
Agar tidak ragu, berikut pendekatan yang bisa dilakukan yakni jika memiliki utang puasa, utamakan qadha terlebih dahulu namun jika khawatir waktu Syawal habis, boleh mendahulukan puasa Syawal.