5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

Tren "slow living run" kini populer di kalangan urban. Lari santai tanpa tekanan pace kini jadi gaya hidup untuk healing, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan mental di tengah kota.

Tasmalinda
Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:22 WIB
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
5 alasan tren 'Slow Living Run' kini bikin banyak orang lebih suka lari santai di taman kota
Baca 10 detik
  • Tren slow living run kini diminati generasi muda urban di Lapangan Banteng untuk melepas penat rutinitas harian.
  • Para pelari kini lebih memprioritaskan kenyamanan, kesehatan, dan interaksi sosial daripada sekadar mengejar target kecepatan kompetitif.
  • Dukungan sepatu berteknologi empuk dan suasana taman kota menciptakan gaya hidup lari yang lebih santai serta menyenangkan.

SuaraJakarta.id - Pagi hari di Lapangan Banteng kini terasa berbeda. Di tengah ramainya runner yang memenuhi jogging track, tidak semua orang datang untuk mengejar pace atau latihan keras.

Sebagian justru terlihat berlari santai sambil menikmati udara pagi, mendengarkan musik pelan, atau sekadar menikmati suasana kota yang belum terlalu ramai.

Fenomena ini belakangan dikenal sebagai tren “slow living run” — gaya lari yang lebih santai, minim tekanan, dan fokus menikmati momen.

Menariknya, tren ini semakin ramai di kalangan runner urban, terutama generasi muda yang mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kompetisi.

Baca Juga:Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok

Lalu, kenapa tren ini makin digemari?

1, Lari Kini Jadi Cara “Kabur” dari Rutinitas

Banyak orang mulai merasa hidup di kota besar terlalu cepat dan melelahkan.

Karena itu, lari santai di taman kota menjadi semacam ruang jeda. Tidak harus cepat, tidak harus jauh, yang penting tubuh bergerak dan pikiran terasa lebih ringan.

Buat sebagian runner, easy run sekarang lebih terasa seperti healing dibanding olahraga berat.

Baca Juga:Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?

2. Tidak Semua Orang Ingin Mengejar Pace

Dulu banyak orang merasa dunia running identik dengan pace cepat, race mingguan dan target personal best. Namun sekarang pola pikir itu mulai berubah.

Banyak runner sadar bahwa mereka berlari untuk kesehatan dan konsistensi, bukan untuk terus bersaing dengan orang lain.

Karena itu, lari santai mulai terasa lebih menyenangkan dan minim tekanan.

3. Sepatu Empuk Membuat Easy Run Lebih Nyaman

Tren slow living run juga ikut memengaruhi pilihan sepatu. Sekarang banyak runner lebih memilih sepatu dengan cushion tebal dan karakter empuk dibanding model race yang terlalu agresif.

Brand seperti Ortuseight, League, hingga Hoka mulai sering terlihat dipakai untuk easy run santai. Tujuannya sederhana: membuat langkah terasa lebih nyaman dan rileks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak