- Ardi Dwinanta Setiadharma terpilih sebagai Ketua Umum PW JAPNAS Jakarta periode 2026–2031 dalam Muswil I di Jakarta pada 28 Juli 2026.
- Ardi menetapkan empat pilar kepemimpinan yaitu Pasar, Modal, Kapasitas, dan Organisasi untuk memperluas peluang serta pertumbuhan bisnis anggota.
- Ketua Umum PP JAPNAS Bayu Priawan membuka Muswil I dan memimpin talkshow tentang strategi menghadapi disrupsi bisnis bagi para pengusaha.
SuaraJakarta.id - Musyawarah Wilayah (Muswil) I Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional atau PW JAPNAS Jakarta menetapkan Ardi Dwinanta Setiadharma sebagai Ketua Umum PW JAPNAS Jakarta periode 2026–2031.
Muswil yang digelar pada 28 Juli 2026 di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru JAPNAS Jakarta.
Ardi terpilih melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat setelah seluruh tahapan organisasi, mulai dari sidang pleno, laporan pertanggungjawaban, fit and proper test, hingga proses pemilihan, berlangsung sesuai tata tertib.
Dalam kepemimpinannya, Ardi mengusung visi “Bertumbuh Bersama, Berdampak untuk Jakarta”. Ia menempatkan manfaat yang diterima anggota sebagai salah satu ukuran utama keberhasilan organisasi.
Baca Juga:Dialog dengan Puluhan Owner Perusahaan, Mas Dhito Tegaskan Pemkab Kediri Ramah Investasi
“Keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari besarnya manfaat, peluang, dan pertumbuhan yang dirasakan anggotanya,” ujar Ardi, Selasa (11/8/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ardi menetapkan empat pilar utama kepemimpinan, yakni Pasar, Modal, Kapasitas, dan Organisasi.
Pilar Pasar diarahkan untuk memperluas peluang bisnis anggota melalui katalog usaha, business matching, transaksi antaranggota, akses pengadaan, hingga peluang ekspor.
Sementara pilar Modal difokuskan pada peningkatan kesiapan usaha dalam memperoleh pembiayaan, membuka akses ke lembaga keuangan, membangun forum investor, serta memperkuat tata kelola bisnis.
Pada pilar Kapasitas, JAPNAS Jakarta akan mendorong peningkatan kompetensi anggota melalui kurikulum berjenjang, program mentoring, adopsi teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), serta forum berdasarkan sektor usaha.
Baca Juga:Siap Digelar Akhir Agustus, Muslim Lifefest 2023 Hadirkan 250 Exhibitor dan Acara Menarik
Adapun pilar Organisasi mencakup penguatan basis data keanggotaan secara digital, aktivasi kepengurusan di tingkat wilayah kota, kaderisasi, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel.
Ardi juga menekankan bahwa setiap program organisasi harus memiliki tujuan yang jelas, penanggung jawab, indikator keberhasilan, dan mekanisme pelaporan yang dapat dievaluasi oleh anggota.
Fokus 100 Hari Pertama
Pada 100 hari pertama kepemimpinannya, Ardi menargetkan sejumlah agenda awal, antara lain melengkapi kepengurusan dan sasaran kerja, memperbarui data anggota, mengaktifkan sekretariat, serta menyelenggarakan rapat kerja.
JAPNAS Jakarta juga akan menggelar forum temu usaha perdana dan membuka jalur kemitraan dengan lembaga keuangan serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Untuk menjaga akuntabilitas, kepengurusan baru menyiapkan mekanisme laporan berkala, evaluasi tahunan, dan kanal aspirasi anggota dengan waktu tanggap yang terukur.