SuaraJakarta.id - Kaki pembunuh saudara Presiden Jokowi pincang karena kena kobaran api yang membakar Yulia. Kaki pincang Eko Prasetyo (30) itu lah yang membuat warga menaruh curiga.
Sebab Eko mengenakan celana panjang, padahal dia seringnya pakai celana pendek.
Rupanya celana panjang itu dipakai untuk menutupi luka melepuh di kakinya akibat terkena kobaran api saat membakar Yulia.
Fakta itu terungkap dalam pra-rekonstruksi tahap pertama pembunuhan Yulia yang dilakukan di kandang ayam dekat rumah pelaku di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.
"Kakinya kena api saat pelaku membakar korban," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, usai prarekonstruksi di kandang ayam seperti dilansir Solops.com, Senin (26/10/2020).
Gerak-gerik mencurigakan itu diketahui salah satu saksi.
"Menurut saksi, pelaku ini biasanya pakai celana pendek. Tapi saat itu pakai celana panjang," ujar Bambang.
Selama menjalani reka ulang, Eko tampak kesulitan berjalan akibat luka bakar di kakinya.
Diberitakan Solopos.com, total ada tujuh tempat kejadian perkara dalam kasus pembunuhan Yulia.
Baca Juga: Saudara Presiden Jokowi 7 Kali Dihajar Linggis, Tewas dan Mayatnya Dibakar
Mulai dari kandang ayam. tempat pembakaran mobil, hingga sungai tempat pelaku membuang ponsel korban.
Pembunuhan saudara Presiden Jokowi ini dilakukan pelaku di kandang ayam dekat rumahnya, Selasa (20/10/2020) malam.
Kejadian bermula saat pelaku, Eko Prasetyo dan Yulia bertemu di kandang ayam.
Tiba-tiba Eko Prasetyo menghantam kepala Yulia dengan linggis sampai meninggal. Pelaku juga menggasak harta korban sebelum akhirnya membakar jasad di depan toko bangunan Mekar Jaya.
Saudara Presiden Jokowi tewas mengenaskan yang terbakar di dalam mobil Daihatsu Xenia nopol AD 1526 EA pada Selasa (20/10/2020) malam.
Yulia merupakan istri dokter spesialis syaraf di salah satu rumah sakit di Wonogiri sekaligus pemilik toko sandal di kawasan Gajahan, Solo.
Berita Terkait
-
Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Adopsi AI Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara, SML Luncurkan AI Entrepreneurship di BSD City
-
Mitsubishi Destinator Andalkan Kenyamanan Premium dan Performa Turbo di Kelas SUV Keluarga
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO
-
LRT Jakarta Diwacanakan Tembus PIK 2 dan Soetta, Solusi Ampuh Kurangi Mobil Pribadi?