SuaraJakarta.id - Ustaz kondang Anton Medan meninggal dunia. Kepergian almarhum tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Para sahabat juga bersedih dengan wafatnya Anton Medan. Salah satunya Abdul Rachman Hakim.
Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Tangerang tersebut mengenang kebaikan almarhum Anton Medan.
Abdul mengatakan, almarhum memiliki kepribadian yang baik di mata organisasi maupun personal.
"Orangnya baik, bersemangat, (tapi) orangnya sedikit emosional. Tapi (saya senang) dia mau jadi ketua PITI, saya bersyukur," ungkapnya saat ditemui SuaraJakarta.id—grup Suara.com—di rumahnya di Jalan Moh Toha, Kota Tangerang, Senin (15/3/2021).
Abdul melanjutkan, terakhir kali bertemu dengan Anton Medan pada tahun 2015. Ketika itu ia mengunjungi Pondok Pesantren At-Taibin, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, milik almarhum.
"Saat itu dia minta saya sebagai MC untuk ulang tahun PITI di rumah makan laut, Pasar Ikan, Jakarta Utara. (Terus) Kalau enggak salah (saya) pernah ditawari juga untuk menjadi DPD PITI Banten," ungkapnya.
Abdul yang memiliki nama asli Cun Cun, juga mengatakan bahwa Anton Medan memang memiliki riwayat penyakit gula hingga darah tinggi.
"Kencing manis, gula sama darah tinggi. Itu aja yang saya tahu," tutupnya.
Baca Juga: Wagub DKI: Insya Allah Bang Anton Medan Ditempatkan di Surga Allah SWT
Mengidap Diabetes
Ulama kondang Anton Medan meninggal dunia, Senin (15/3/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.
Muhammad Ramdhan Effendi atau Anton Medan meninggal dunia pada, Senin (15/3/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.
Jenazah ulama kondang itu kini disemayamkan di pesantren miliknya di Pondok Pesantren At-Taibin, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.
Sebelum meninggal, Anton Medan memang dalam kondisi kurang sehat. Ia mengidap diabetes yang diderita sudah cukup lama.
"Bapak juga sempat jatuh dari tempat tidur. Tapi bapak memang punya penyakit gula," ucap Delly Viki Ramdani, anak keenam almarhum, dilansir dari Ayobogor.com—jaringan Suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network
-
Skandal Pedofil Jepang Guncang Blok M: Polda Metro Buru Pelaku, Kedubes Jepang Keluarkan Peringatan
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok