SuaraJakarta.id - Pegiat media sosial Denny Siregar rela Jokowi presiden 7 periode, daripada Anies Baswedan jadi presiden. Hal ini diungkapkan Denny Siregar mengomentari presiden 3 periode yang digulirkan beberapa waktu terakhir.
Menurut Denny, ia lebih memilih Indonesia dipimpin Jokowi tujuh periode dibanding dipimpin Anies yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Sebenarnya, kalau saja gak dibatasi Undang-Undang, @jokowi 7 periode pun gua rela," tulisnya di Twitter @Dennysiregar7, Senin kemarin.
"Daripada negara ini dipimpin sekelas @aniesbaswedan," lanjutnya.
Sebelumnya, memang bergulir wacana terkait perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode. Namun, Jokowi telah menegaskan bahwa ia tidak berniat dan berminat untuk menjabat tiga periode.
Jokowi mengatakan bahwa ia akan patuh pada konstitusi yang membatasi jabatan Presiden hanya dua periode.
"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi dalam pernyataan persnya.
"Konstitusi mengamanahkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," tambahnya.
Jokowi pun menekankan sikapnya terkait itu tidak akan berubah.
Baca Juga: Jokowi Akan Buka Wisata Bali di Ubud, Sanur, dan Nusa Dua
Maka, ia memintah agar pihak yang menggulirkan wacana ini tidak gaduh di tengah penanganan pandemi.
"Apalagi yang harus saya sampaikan? Bolak balik ya sikap saya nggak berubah. Janganlah membuat kegaduhan baru," ucapnya.
Sebagai catatan, isu penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode ini sebelumnya juga pernah muncul pada tahun 2019 lalu.
Saat itu, Jokowi menyebutkan bahwa pihak yang mengusulkan wacana tersebut bertujuan untuk menampar dan menjerumuskannya atau untuk mencari perhatian.
"Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi saat itu.
Sementara itu, Anies Baswedan digadang-gadangkan sebagai salah satu tokoh yang dapat mencalonkan diri di Pemilihan Presiden 2024.
Berita Terkait
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network
-
Skandal Pedofil Jepang Guncang Blok M: Polda Metro Buru Pelaku, Kedubes Jepang Keluarkan Peringatan
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok