SuaraJakarta.id - Pemprov DKI Jakarta telah membuka sejumlah sekolah terhitung mulai hari ini, Rabu (7/4/2021) hingga 29 April 2021 mendatang. Salah satu sekolah yang telah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa pandemi Covid -19 adalah SD Negeri Cipete Utara 15.
Pantauan Suara.com, protokol kesehatan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka tersebut. Orang tua siswa yang mengantar anaknya hanya diperkenankan sampai gerbang sekolah saja.
Di muka gerbang, bersiaga satu guru yang nantinya akan mengecek suhu para siswa menggunakan thermo gun. Setelahnya, siswa diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu.
Di sekolah ini, kegiatan belajar mengajar dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama akan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Untuk sesi kedua, akan dimulai pada pukul 09.30 sampai pukul 11.30 WIB.
Sebagai catatan, hanya siswa kelas 4 sampai 6 saja yang bisa sekolah secara tatap muka. Setelah mencuci tangan, siswa langsung diperkenakan masuk ke dalam kelas.
Kepala Sekolah SDN Cipete Utara 15, Tri Cahyadi mengatakan, pihaknya tetap meminta izin terlebih dahulu kepada para orang tua siswa. Dalam konteks ini, tidak semua orang tua siswa mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di masa pandemi.
"Kami minta perizinan orang tua juga sebelumnya. Tapi tidak semuanya mengizinkan, ada yang cuma sekelas 26, jadi kita bagi 2 sesi, sesi pertama 13 anak sesi kedua 13 anak. Sesi 1 dari jam 7 sampai 9, sesi 2 dari jam 9.30- 11.30 WIB," kata Tri di lokasi.
Tri melanjutkan, setiap pergantian sesi, ruang kelas akan disemprot menggunakan disinfektan. Setelahnya, siswa yang mendapat jatah di sesi dua baru diperkenankan untuk masuk.
"Disemprot juga sebelumnya bangku kursinya dengan disinfektan," sambungnya.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah di DKI, Guru Semangat Sambut Murid Masuk Kelas Lagi
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan durasi pembelajaran tatap muka bakal dibatasi. Lalu hanya materi-materi esensial yang bakal disampaikan.
"Durasi belajar terbatas antara 3 sampai 4 jam," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).
Tak hanya itu, kelas di setiap jenjang hanya masuk sekolah satu kali dalam sepekan. Jumlah siswa yang hadir juga dibatasi dan sebagiannya akan melakukan pembelajaran daring atau online.
"Jumlah peserta didik terbatas dengan maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa," ujarnya.
Karena mekanisme yang digunakan adalah pembelajaran campuran daring-tatap muka, maka tak semua siswa bisa datang ke sekolah. Orang tua tetap memiliki peran untuk mempertimbangkan boleh atau tidaknya anak datang ke sekolah.
"Para orang tua tetap memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah," tuturnya.
Berita Terkait
-
Hari Pertama Sekolah di DKI, Guru Semangat Sambut Murid Masuk Kelas Lagi
-
Hari Pertama Sekolah di SD 07 Ciracas, Ada Ortu Larang Anaknya Masuk
-
Suasana Hari Pertama Masuk Sekolah di Jakarta, Siswa dan Orang Tua Antusias
-
Hari Pertama Masuk Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19
-
Orang Tua Bisa Tolak Anak Masuk Sekolah Januari, Ini Penjelasan Nadiem
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas