Saat itu yang mengikuti kajiannya adalah profesional muda dan pegawai kantoran.
Hal itu ternyata membuatnya jenuh karena tidak menantang. Alhasil, ustaz berusia 46 tahun itu memutuskan untuk merangkul anak jalanan.
"Awalnya saya pikir, karena dakwah kita di medsos, lalu ada kegiatan off air-nya. Tapi jamaah seperti halnya orang kantoran, bagi saya tidak menantang. Akhirnya 5 tahun lalu, merambah merangkul anak punk sebagai sahabat, ternyata mudah," kata Halim.
Pesantren Tasawuf Underground berada di sebuah ruko berwarna oranye di Kompleks Ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel.
Di ruko tiga lantai itu, ada puluhan anak punk jalanan yang 'mondok'. Mereka, tinggal sekaligus ngaji di sana seolah berada di pondok pesantren.
"Kedatangan kita sebagai sahabat memudahkan mereka. Ide awal pengen ngaji, itu keluar dari mulut mereka. Bukan dari mulut saya. Mereka datang, pengen ngaji, itu kesungguhan luar biasa," ungkapnya.
Saat membimbing anak punk jalanan mengaji, Ustaz Halim mengaku tak menemukan kesulitan. Justru dalam mengaji, mereka cukup tanggap belajar membaca Al-Quran.
"Saya tidak melihat kesusahan untuk mengajar mereka, dua minggu bisa baca Al-Quran. Mereka kan musisi jalanan, jadi ketika diajarkan iqro skripnya seperti apa, hurufnya seperti apa, mudah. Lebih rumit not balok menurut mereka. Paling susah itu rata-rata sampai 6 bulan. Faktanya yang baru 2 bulan bisa baca Quran, banyak," papar Halim.
Imam Tarawih
Baca Juga: Zaskia Sungkar Ceritakan Momen Hijrah Sampai Menutup Aurat
Halim menuturkan, ada 26 anak punk jalanan yang 'mondok' di Pesantren Tasawuf Underground-nya itu.
Setiap harinya, mereka beraktivitas seolah seperti di pondok pesantren. Dimulai dari sholat Subuh berjamaah, kemudian mengaji Kitab Syafinatunnajah dan Jurmiyah.
Kemudian pukul 08.00 WIB pagi persiapan kegiatan usaha. Pukul 10.00 WIB pembacaan kitab, makan siang, lalu disambung shalat dzuhur berjamaah.
Dilanjut lagi kajian kitab hingga sholat Ashar dan istirahat. Nantinya, dilanjutkan dengan sholat magrib dan kembali mengaji hingga sholat Isya. Lagi-lagi dilanjutkan mengaji kitab hingga pukul 22.00 WIB.
"Ada juga khataman Quran dan dzikiran. Nah kalau Tarawih, anak punk ini jadi imam, 20 rakaat lagi. Itu merupakan hal luar biasa, anak punk bertato jadi imam Tarawih," tuturnya takjub.
Tak hanya sekadar mengaji, Ustaz Halim menjadikan sholat dan baca Al-Quran sebagai sarana terapi agar anak punk jalanan yang dibina, lepas dari konsumsi narkotika dan minuman beralkohol. Mereka, dibuat merasakan kenikmatan saat zikir dan sholat.
Tag
Berita Terkait
-
14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem
-
Ruko yang Meledak di Ciputat Pernah Jadi Dapur MBG
-
Puslabfor Temukan Tabung Etilen 52 Kg di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel
-
Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka
-
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, 6 Bangunan Rusak Parah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald