SuaraJakarta.id - Polisi menetapkan lima tersangka pencatutan tanda tangan Mendikbudristek RI Nadiem Makarim terkait Surat Keputusan (SK) izin operasional Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan.
Kelima orang itu diduga terlibat dalam pemalsuan tanda tangan hingga pemalsuan izin operasional kampus di Jalan Syeh Nawawi Albantani, Cipocok Jaya, Kota Serang itu.
“Betul kami sudah lakukan gelar perkara dan kami sudah tetapkan 5 orang tersangka. Satu diantaranya Profesor S dari Universitas Tirtayasa,” kaya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dilansir dari BantenNews.co.id—jaringan Suara.com—Jumat (30/4/2021).
Polisi masih terus mengembangkan perkara tersebut agar tidak merugikan masyarakat Banten yang akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Baca Juga: Disebut Bodong, Kampus Painan Sudah Luluskan Tiga Angkatan
“Iya kami masih melakukan penyelidikan, mengenai peran kelimanya akan saya sampaikan besok ya,” ungkap Yusri.
Dikonfirmasi terpisah, Profesor Sudadio yang disebut menyandang status tersangka mengaku pasrah dan menduga ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi mencari kambing hitam dalam perkara tersebut.
“Saya menduga ini ada permainan. Saya tidak mengetahui pembuatan proposal, pendirian apalagi SK-nya. Ya saya pasrah saja, dan saya lebih senang dituduh tapi tidak melakukan. Hidup ini bukan cuma ada (pengadilan) manusia, tapi ada (pengadilan) Allah,” kata Sudadio.
Dalam keterangannya, Sudadio menilai yang paling bertanggung jawab dalam soal pendirian kampus adalah Yayasan. Sedangkan ia hanya sebatas terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan.
“Saya pernah diminta klarifikasi. Saya sudah sampaikan di BAP (Berita Acara Perkara) bahwa saya 100 persen tidak mengetahui apa-apa,” kata Sudadio.
Baca Juga: Kemendikbud Sebut Universitas Painan Bodong, Ini Jawaban Pihak Kampus
Sudadio menilai penyidik perlu mencermati bahwa SK tersebut diserahkan oleh oknum di Ristek Dikti kepada pihak Yayasan Painan.
“Itu yang mestinya dicermati. SK-nya saja saya nggak pernah lihat,” ujarnya.
Mengenai pencatutan tanda tangan Mendikbudristek Nadiem Makarim sendiri, Sudadio mengaku tidak pernah melakukan pencatutan atau pemalsuan tanda tangan.
“Nggak pernah ada. Nggak mungkin saya melakukan itu. Nggak pernah ada pemalsuan bahkan SK palsunya sendiri saya tidak pernah melihat,” kata Sudadio.
Sebelumnya pihak Ristek Dikti menyatakan bahwa STIH Painan yang belum lama diresmikan dan diumumkan telah beroperasi di Kota Serang bermasalah lantaran SK izin operasional palsu.
Persoalan itu mencuat dan langsung ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya karena diduga mencatut tanda tangan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Berita Terkait
-
Prabowo-Gibran Salat Ied Bareng di Masjid Istiqlal, Polda Metro Jaya Kerahkan 710 Personel
-
2.500 Personel Gabungan Siaga Malam Lebaran, Jakarta Larang Konvoi Takbiran dan Petasan
-
Perusahaan Travel Dipolisikan Kasus Penipuan Modus Kode Booking Palsu, Korban Rugi Miliaran Rupiah
-
Volume Arus Mudik Terus Meningkat, Dirlantas PMJ Prediksi Puncak Mudik Mulai Malam Tadi
-
Produksi Vape Narkotika Jenis Baru di Apartemen Mewah Jakpus Dibongkar, Disebut Sulit Dideteksi
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dermaga Baru PIK: Gerbang Wisata Mewah ke Kepulauan Seribu, Ancol Terancam?
-
Pramono Mau Bikin Layanan Transjabodetabek, Pengamat: 60 Persen Warga Bakal Gunakan Angkutan Umum
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya