SuaraJakarta.id - Museum se-Jakarta tutup setelah Idul Fitri. Hal itu untuk mencegah klaster COVID-19 di lokasi wisata.
Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melakukan penutupan museum dan destinasi kebudayan lainnya. Penutupan dilakukan mulai Minggu 16 Mei 2021 hingga hari ini Senin 17 Mei 2021.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan, penutupan dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan klaster baru usai libur Lebaran Idulfitri 2021.
"Kita tidak mau menambah klaster baru," kata Iwan ketika dihubungi.
Masih kata Iwan, para petugas tetap berjaga sesuai jadwal piket selama penutupan. Mereka akan melakukan pembersihan dan sterilisasi museum sehingga saat dibuka sudah bersih dan steril.
Terkait sterilisasi, imbuh Iwan, petugas akan menyemprot cairan disinfektan di area barang koleksi serta di sekelilingnya, seperti kaca pelindung koleksi.
"Kalau buka, nanti kami melakukan pembatasan pengunjung sebanyak 30 persen. Kalau membludak kami bagi per jam, misalnya satu grup 10 orang, nanti gantian grup lainnya," tuturnya.
Adapun museum dan destinasi budaya yang ditutup yaitu Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Joang 45, Pulau Cipir, Pulau Kelor, Pulau Onrust. Kemudian, Museum Seni Rupa dan Keramik, Musium Tekstil, Museum Wayang dan Museum Bahari.
Lalu, destinasi budaya Miss Tjitjih, Wayang Orang Bharata (WOB), Gedung Latihan kesenian di lima wilayah kota, Rumah Si Pitung, TIM , Taman Benyamin Sueb, Gedung Kesenian Jakarta, Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, dan Balai Budaya Condet.
Baca Juga: Wali Kota Cilegon Helldy Agustian Ngamuk Banyak PNS Tak Masuk Kerja
Berita Terkait
-
Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo
-
Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya
-
Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?
-
Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan
-
Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres
-
Rano Karno Dorong Pendampingan Digitalisasi dan Akses Keuangan