Usai diamankan, korban selalu menanyakan keberadaan ayahnya. Bahkan meski sudah beberapa hari di Polres Tangsel, bocah lima tahun itu masih menannyakan ayah yang tega menganiayanya.
Tita mengungkapkan, korban selalu mengaitkan aktivitas apapun dengan ayahnya. Mulai dari makanan hingga mainan. KB, kata Tita, selalu menceritakan keseharian saat bersama ayahnya.
"Setiap hari dia selalu menanyakan ayahnya, ayahnya ke mana. Terus perihal makan, dia suka telor ceplok dan ayam goreng yang biasa dimasakin ayahnya. Pas kita ajak jalan, dia cerita pernah diajak jalan sama papanya, pernah duduk di depan kemudi sambil dibilangin 'Kalau KB sudah gede belajar nyetir ya'. Jadi dia selalu menceritakan keseharian bersama ayahnya," beber Tita.
Selama diasuh olehnya, korban sangat menyukai boneka Barbie dan pakaian serba pink. Saat diajak jalan-jalan oleh musisi Adie MS pun korban dibelikan banyak mainan Barbie.
"Pas diajak main ke Aeon sama Pak Adie MS wah korban senang banget, dibeliin banyak mainan Barbie sama kuda pony. Jadi bisa mengalihkan rasa sakit dari yang dia alami," ungkap Tita sambil membayangkan wajah ceria korban usai mendapat mainan.
Terkait ibu kandungnya, korban mengaku hanya berkomunikasi melalui video call. Pasalnya, ibu korban menjadi TKW di Malaysia.
Lama tak bertemu dan mengandalkan video call, korban tak ingat kapan berkomunikasi dengan ibu kandungnya secara virtual.
"Kita tanya, mamanya di mana dek? Di malaysia, jauh di sana. Kadang-kadang video call, kadang agak-agak lupa kapan terakhir ketemu (video call) mama. Tapi kemarin video call dia ingat panggil mamah gitu," beber Titta.
Terkini, korban KB sudah berada dalam asuhan sementara Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin di rumahnya. Itu agar mempercepat pemulihan psikis korban dari trauma akibat tindak kekerasan.
Baca Juga: Psikis Anak Korban Aniaya Ayah di Tangsel Mulai Pulih, Diasuh Sementara Kapolres
Di sana, ungkap Tita, korban merasa memiliki sahabat baru. Pasalnya, dia bermain dengan anak Kapolres yang seusia.
"Biar lebih ceria, ternyata betul dia kayak punya sahabat baru. Malah ketika ke sini untuk pemeriksaan psikologis, korban nggak mau lepas dari sahabat barunya itu. Karena merasa punya temen," katanya seraya bersyukur.
Meski sudah memaafkan perbuatan ayahnya itu, tapi hingga saat ini KB masih takut untuk bertemu ayahnya.
"Sudah maafin iya, tapi masih takut dan menolak untuk ditemui ayahnya," terang Tita.
Selama diasuh olehnya, korban pun tak ingin dipanggil dengan sebutan nama. Hal itu, mengingatkan pada ayahnya yang berlaku sadis.
"Dia nggak mau dipanggil namanya, Maunya dipanggil ade, jadi diperlakukan seperti adik sendiri," terang Tita.
Berita Terkait
-
Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir
-
14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem
-
Rentetan Kekerasan Anak Kian Mengkhawatirkan! KPAI Desak Perkuat RUU Pengasuhan
-
Ruko yang Meledak di Ciputat Pernah Jadi Dapur MBG
-
Puslabfor Temukan Tabung Etilen 52 Kg di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event