SuaraJakarta.id - Sebuah surat terbuka berisi aduan warga Tangerang Selatan (Tangsel) terkait aksi premanisme yang menimpa pedagang di Jalan Raya Ceger, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren. Surat terbuka itu ditujukan hingga ke Kapolri.
Dalam surat itu, warga menyebutkan bahwa para pedagang dimintai dimintai “jatah preman”. Mulai dari uang jatah harian, mingguan hingga bulanan.
Sasaran aksi premanisme itu merupakan pelaku usaha, toko, hingga pedagang kaki lima di sekitar Jalan Raya Ceger.
Keluhan itu terungkap, setelah sejumlah warga yang resah atas aksi premanisme itu membuat surat terbuka untuk Kapolsek Pondok Aren, Kapolres Tangsel, Kapolda, hingga ke Kapolri.
Surat keluhan tersebut kemudian viral setelah diunggah akun Instagram @ren*** dan diunggah ulang oleh akun @wargatangsel.
Dalam surat aduan tersebut dijelaskan, oknum yang melakukan aksi premanisme itu disebutkan sangat meresahkan.
Mereka tak hanya meminta uang, tapi juga mengambil paksa barang dagangan pedagang dan tak membayarnya.
Jika tak diberikan, oknum preman itu tak segan melakukan intimidasi dengan merusak fasilitas milik para pedagang di Jalan Raya Ceger.
"Mereka selalu minta uang jatah harian, mingguan dan bulanan terhadap para pelaku usaha di ruko-ruko, kios-kios dan para pedagang kaki lima sepanjang Jalan Ceger Raya. Selain uang jatah preman, tidak jarang pula mereka mengambil barang dagangan sesuka hati tanpa membayarnya, kalau tidak diberi maka barang dagangan dirusak oleh mereka atau dalam bentuk intimidasi lainnya," kata warga dalam surat aduan premanisme dikutip SuaraJakarta.id, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: Modus Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok: Perusahaan Keamanan Sewa Preman Ganggu Sopir
"Selain itu kepada warga setempat yang akan melakukan kegiatan juga dimintai jatah preman oleh mereka. Tentu saja tindakan preman-preman tersebut sangatlah meresahkan warga dan mengganggu ketertiban di lingkungan kami," sambungnya.
Adanya aksi premanisme itu dibenarkan oleh salah satu pedagang di Jalan Raya Ceger. Kepada SuaraJakarta.id dia bercerita, aksi premanisme itu terjadi sudah lama.
Dia bahkan pernah diintimidasi. Barang miliknya dirusak dan dilempar ke jalan oleh oknum preman lantaran ia menolak memberikan uang jatah preman dengan nominal yang diminta.
"Sudah lama, ini (barang) punya saya dilempar ke jalan. Akhirnya saya teriakin maling, terus pada kabur," kata dia ditemui, Jumat (18/6/2021).
Pedagang itu mengaku nekat melawan perlakuan oknum preman tersebut. Sebab, jika tidak dilawan, kata dia, para preman itu bakal seenaknya menindas.
"Di sini harus berani ngelawan, kalau nggak kita yang diinjak-injak. Suami saya aja pernah ditonjok hidungnya. Setelah saya datengin TNI premannya cupu, sampai kecing-kecing ketakutan," ungkapnya.
Menurutnya, para oknum yang melakukan aksi premanisme itu merupakan anggota ormas.
Mereka, mengambil jatah bulanan setiap awal bulan. Saat beraksi, mereka bergerombol, berjalan menyusuri setiap toko dan kios yang ada di jalan raya.
"Ada tiga ormas, tapi saya sudah tegasin kalau saya cuma mau ngasih duit ke satu ormas aja. Setiap awal bulan tanggal 1-10. Kasihnya Rp 30 ribu. Mereka masih remaja tanggung, orang tuanya mah nggak pada berani malakin pedagang," paparnya.
"Pokoknya kalau nanti 'nyolek' lagi, bikin ulah di warung saya pasti dilaporin ke polisi, biar kapok. Semoga polisi mau gerak dari sekarang, kita sudah resah," pungkasnya.
Berikut isi lengkap surat terbuka keluhan warga di Jalan Raya Ceger, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel yang ditujukan ke pihak kepolisian.
Dengan hormat.
Kami warga Jalan Ceger Raya, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan dari pertigaan Mitra 10 sampai dengan harmoni Swalayan, mohon pertolongan kepada bapak Kapolsek Pondok Aren. Supaya ditertibkan preman-preman yang ada di lingkungan sekitar kami yang biasa mangkal di depan ruko-ruko DL Sitorus atau seberang klinik kehamilan, Jalan Ceger Raya Pondok Aren Tangerang Selatan.
Dimana mereka selalu minta uang jatah harian, mingguan dan bulanan terhadap para pelaku usaha di ruko-ruko, kios-kios dan para pedagang kaki lima sepanjang Jalan Ceger Raya, selain uang jatah preman, tidak jarang pula mereka mengambil barang dagangan sesuka hati tanpa membayarnya, kalau tidak diberi maka barang dagangan dirusak oleh mereka atau dalam bentuk intimidasi lainnya. selain itu kepada warga setempat yang akan melakukan kegiatan juga dimintai jatah preman oleh mereka, tentu saja tindakan preman-preman tersebut sangatlah meresahkan warga dan mengganggu ketertiban di lingkungan kami.
Kami mohon supaya bapak Kapolsek Pondok Aren jangan membiarkan keadaan ini berlarut-larut, karena warga selalu resah dengan adanya preman-preman itu yang bertindak sewenang-wenang.
Demikianlah surat pengaduan ini, dan kami mohon ada tindak lanjut dari aparat yang berwenang serta terima kasih atas perhatian dan tindak lanjutnya.
Dalam akhir suratnya, surat terbuka aduan soal aksi premanisme ini ditembuskan juga ke Kapolres Tangsel, Kapolda, serta Kapolri.
Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Rony Setiawan mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait viralnya surat aduan soal aksi premanisme itu.
"Anggota lagi lidik, karena sudah viral," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).
Rony menerangkan, saat ini pihaknya tengah menelusuri kebenaran surat aduan soal aksi premanisme.
Pasalnya, kata Rony, belum jelas siapa yang membuat surat tersebut lantaran tak ada nama yang tertera dalam surat.
"Enggak ada yang bikin laporan, surat mengatasnamakan siapa juga kita belum tahu. Bener warga situ enggak. Kok enggak diketahui RT RW-nya," terang Rony yang tengah melakukan penyelidikan kasus di Jawa.
Lebih lanjut, Rony menuturkan, jika hasil penyelidikan benar terdapat aksi premanisme, pihaknya bakal memburu dan menangkap para oknum yang meminta jatah preman dan melakukan intimidasi ke pedagang.
"Kalau memang terbukti, akan kami tindak. Tentu dengan adanya bukti dan saksi yang jelas," tuturnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu
-
Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock
-
Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar
-
Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang
-
JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP
-
BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile