SuaraJakarta.id - Sejumlah pendara motor terlihat kebingungan saat adanya penyekatan di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan karena dampak pemberlakuaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darat yang mulai diterapkan pada hari ini, Sabtu (3/7/2021).
Seorang pengemudi ojek online (ojol) mengaku keberatan dengan penyekatan yang dilakukan aparat gabungan dari unsur kepolisian dan petugas Dishub DKI Jakarta.
"Ya kami kesulitan, menyusahkan ini," kata pengemudi ojol yang tidak mau menyebut namanya kepada wartawan di lokasi, Sabtu (3/6/2021).
Untuk diketahui penyekatan tersebut berada di depan jalur putar balik Tapak Kuda arah Pasar Minggu. Pengemudi ojol itu mengatakan, seharusnya penyekatan dilakukan di perbatasan antara Depok dengan Jakarta.
"Sudah salah ini, kalau mau nyekat (dari) perbatasannya Depok," tegasnya.
Dari pantauan Suara.com di lokasi sekitar pukul 13.00 siang, puluhan yang kendaraan menuju Jakarta langsung diarahkan anggota polisi yang berjaga untuk putar balik ke Tapak Kuda Lenteng Agung.
Akibatnya banyak pengendara yang terlihat kebingungan. Namun ada dari mereka yang mencari alternatif lain dengan melintasi jalur tikus, berjarak sekitar 50 meter dari titik penyekatan. Kebanyakan pengendara yang melintas dari jalur tikus adalah pengemudi ojek online.
Seperti pemberitaan sebelumnya, sebanyak 4.463 personel gabungan diturunkan untuk pengendalian mobilitas di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jakarta, yang berlangsung 3-20 Juli 2021.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, ada 4.463 personel gabungan yang terdiri dari 1.500 personel dari Polda Metro Jaya, 2.263 personel Kodam Jaya dan sekitar 700 personel Satpol PP DKI Jakarta.
Baca Juga: Puluhan Pemotor Lewati Jalan Tikus Imbas Penyekatan PPKM Darurat
"Ini semua akan kami siagakan sepanjang PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021 nanti," ujarnya di Bundaran Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021) dini hari.
Dia mengatakan, personel-personel ini tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa yang juga akan melakukan penegakan hukum dan penindakan yang tegas bagi pelanggar ketentuan dalam PPKM Darurat termasuk pengawasan pada sektor-sektor non esensial dan kritikal.
Satgas ini, kata Kombes Pol Yusri Yunus akan berkeliling untuk memeriksa apakah masih ada sektor nonesensial yang tidak diperbolehkan beroperasi tetap membandel melanggar.
Jika ditemukan pelanggaran dari hasil penyelidikan, Yusri mengatakan akan dilakukan penindakan secara tegas dan terukur pada PPKM Daurat.
"Ini adalah upaya mendisiplinkan masyarakat. Masyarakat harus sadar bahwa Covid-19 ini bukan main-main lagi. Yang kita harapkan adalah masyarakat mau di rumah saja," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak