SuaraJakarta.id - Status kesehatan siswa yang menjalani pembelajaran tatap muka atau PTM di Jakarta Barat dipantau oleh pihak sekolah selama satu pekan ke depan.
Hal tersebut juga diterapkan pihak Sekolah Dasar Negeri atau SDN 11 Grogol demi mengantisipasi adanya potensi klaster penyebaran Covid-19.
"Kami nanti melakukan pendataan status kesehatan seluruh siswa yang PTM," kata Kepala Sekolah SDN 11 Grogol, Limah Yuhana, Senin (30/8/2021).
Sekolah yang dipimpin Limah ini menjadi satu-satunya SDN di Kelurahan Grogol yang lolos verifikasi PTM.
Sekolah ini lolos verifikasi PTM lantaran dinilai oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah memenuhi syarat sarana dan prasarana di kesehatan di sekolah.
"Sekolah ini siap PTM, kita verifikasi di hari Sabtu, setelah saya verifikasi ternyata memenuhi syarat," kata Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakarta Barat II
Masduki.
Yuhana mengatakan, siswa yang mengikuti PTM minggu ini ditanya kondisi kesehatannya oleh pihak sekolah. Jika minggu depan siswa yang mengikuti PTM mengalami gejala Covid-19, maka pihak sekolah beserta Puskesmas Kecamatan akan melakukan penelusuran atau tracing terhadap siswa tersebut.
"Kami undang orang Puskesmas juga untuk dilacak apakah anak itu pulang sekolah main atau dan bertemu orang lain atau gimana," kata Limah.
Jika siswa yang sebelumnya ikut PTM berstatus Covid-19, maka kemungkinan PTM akan ditiadakan untuk sementara. "Kalau anak itu sehat ya Alhamdulillah kita lanjut PTM lagi," kata Limah.
Baca Juga: Wagub DKI Targetkan 1.500 Sekolah Gelar PTM pada Pertengahan September
Sejauh ini, Limah melihat PTM hari pertama yang bergulir di sekolahnya berjalan lancar. Siswa dan guru yang beraktivitas di sekolah pun mengikuti semua ketentuan protokol kesehatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal