SuaraJakarta.id - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik berharap nantinya Jakarta International Stadium (JIS) terus memberikan keuntungan bagi Ibu Kota. Ia tak ingin stadion klub Persija Jakarta itu bernasib seperti Velodrome.
Karena itu, ia berpesan kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro), agar melakukan pengelolaan dengan baik. Segala fasilitas dan potensi JIS harus bisa dimaksimalkan ke depannya.
"Saya ingin sampaikan kepada Jakpro sebagai salah satu BUMD bahwa setelah ada ini, kemudian jangan jadi beban. Jangan jadi beban seperti Velodrome. Sekarang Velodrome enggak ada hasilnya, keluar uang terus Jakpro," ujar Taufik di kawasan JIS, Jakarta Utara, Jumat (22/10/2021).
Jakarta International Velodrome pernah direnovasi pada tahun 2016 semasa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Usai direnovasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali meresmikan stadion yang awalnya dibangun pada 1976 ini pada 2018 lalu.
Setelah dipakai untuk Asian Games 2018, Velodrome jadi jarang digunakan. Taufik menganggap fasilitas ini menjadi beban karena biaya operasional terus dikeluarkan tiap tahunnya.
Karena itu, Taufik berharap JIS tidak hanya sekali pakai saja. Ia berharap nantinya pihak yang mengelolanya adalah kalangan profesional agar bisa dikembangkan lebih baik.
"Kita enggak mau nanti ini dibangun satu kali pertandingan dimulai kemudian kayak Jakabaring. Ini harus dikelola secara profesional. Jakpro harus lebih terbuka dalam mengelola stadion ini karena harus dikelola oleh orang orang professional," jelasnya.
Rencananya, peluncuran tidak resmi (soft launching) JIS akan dilakukan pada 10 Desember 2021. Untuk peresmiannya atau grand launching rencananya akan dilaksanakan pada Maret 2022 mendatang.
Proyeksinya, stadion berkapasitas 82 ribu penonton ini juga menjadi stadion terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga: Usai JIS Diresmikan, Bakal Ada Konser BTS hingga Pertandingan Barcelona dan Real Madrid
Berita Terkait
-
AHY Beri Sinyal Pilpres 2029, Gerindra: Fokus Tunaikan Janji Prabowo, Pemilu Masih Jauh
-
Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Gerindra Tepis Isu Rais Aam dan Ketum PBNU Baru 'Paket Titipan' Prabowo
-
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar