Pihak keluarga menduga, Abidzar tenggelam di dalam kubangan galian itu karena terpeleset tanah merah di dekat galian saat akan pulang ke rumah.
Obrolan Terakhir
Sebagai kakak, Regi masih tak menyangka bahwa adiknya itu tewas akibat tenggelam di dalam kubangan galian usai bermain hujan-hujanan.
Dia pun mengenang aktivitas bersama adiknya. Malam sebelum musibah itu, dia sempat mengajak adiknya bermain bulutangkis bareng di dekat rumah.
"Masih nggak nyangka, kemarin malamnya kita main bulutangkis dan siangnya sempat saya ajak pulang. Ternyata itu terakhir saya ngobrol sama adik. Kita semua nangis, histeris, ada yang pingsan juga," tutur Regi.
Meski begitu, kini pihak keluarga mencoba mengikhlaskan kepergian Abidzar untuk selama-lamanya. Jenazah Abidzar di makamkan di kampung halaman bapaknya di Depok, Jawa Barat.
Diketahui, Abidzar merupakan anak kedua dari pasangan Dadang Setiawan dan Rinda Jubaedah. Mereka tinggal di sebuah kontrakan di RT 4 RW 2 Kelurahan Cilenggang, Serpong.
Tabuh Perkakas
Sementara lokasi galian tanah merah Tol Serpong-Balaraja tak jauh dari kontrakan mereka, hanya berjarak beberapa puluh meter.
Baca Juga: Viral Bocah Keliling Jualan Cobek, Tasbih di Tangan Bikin Salfok Warganet
Warga sekitar Zaitun (47) mengaku, sempat ikut mencari keberadaan Abidzar. Bahkan, dia turut mencari sambil memukul perkakas dapur seperti wajan dan panci.
Hal itu diyakini sebagai cara orang tua terdahulu ketika mencari orang yang hilang diduga dibawa makhluk halus.
"Semalam di sini warga pada ramai nyariin. Ibu-ibunya juga nyariin, pada nabuhin (mukul) perabotan dapur. Kalau kata orang dulu mah khawatir dibawa makhluk halus, makanya dipanggilin sambil nabuh perkakas," ungkapnya.
Terkini, pihak penggarap proyek Tol Serpong-Balaraja disebut Regi sudah mendatangi kediamannya untuk memberikan santunan yang diperuntukkan kebutuhan tahlilan.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Tragis di Wonosobo, Bocah Tertabrak Truk Saat Cari Ibunya ke Jalan Raya
-
Hanyut Sejauh 5 Kilometer, Balita yang Terseret Arus di Srengseng Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Bocah Berani Naik Kereta Sendiri dari Cikarang - Purworejo, Alasannya Bikin Haru
-
Bocah Thailand Bernama Metallica Berhasil Miliki Paspor, Bantah Keraguan Publik
-
Polosnya Bocah Kritik Gubernur Kalbar karena Jalan Rusak, Pemprov Gercep Beri Respons
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
5 Sepatu Running All White yang Nyaman Dipakai Seharian, Tetap Stylish untuk Nongkrong
-
Gratis Sepatu Lari? Ini Cara Ikut Giveaway Komunitas Running Jakarta April 2026
-
Kenapa Humor Betawi Tak Pernah Mati? Ini Bedanya Lenong dan Stand-Up Comedy
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling