SuaraJakarta.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI-Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengaku menemukan saluran air di pemukiman yang masih sangat bermasalah. Menurutnya hal ini akan berbahaya karena aliran air akan terhambat dan bisa meluap berujung banjir.
Salah satu saluran air bermasalah, kata Kenneth, berlokasi di Jalan Penyelesaian Tomang 3, Gang Kutilang Blok 101 RT 01/10 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Lokasi ini memang sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya.
Saluran air di wilayah tersebut disebutnya sangat kecil, tidak proporsional, dan mampet karena banyaknya sampah yang menyumbat tali air.
"Banyak aduan masyarakat soal saluran air tidak tersentuh oleh Pemkot maupun Pemprov DKI Jakarta. Jadi bayangkan kalau saluran air ini mampet dan tidak berfungsi dengan baik, permasalahan untuk penanggulangan banjir akan menemukan jalan buntu," ujar Kenneth kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).
Hasil temuannya yang paling parah, banyak warga di permukiman padat penduduk maupun di perumahan elite membangun pekarangan untuk pagar hingga parkir mobil di atas saluran air dan menutupnya dengan coran beton yang luput dari pengawasan Pemprov DKI. Akibatnya, petugas kesulitan untuk melakukan pembersihan atau melakukan pengerukan lumpur.
"Memangnya boleh ya kalau saluran air di tutup atau dimatikan fungsinya seperti itu? Jika saluran air tidak berfungsi dengan baik dan banyak beralih fungsi menjadi hunian, sampah yang ada sulit dibersihkan atau saluran air di matikan fungsinya dengan cara di cor beton," kata Kenneth.
Tindakan ilegal ini disebutnya hanya akan membahayakan warga karena bisa berujung banjir. Ia pun meminta hal ini diawasi secara ketat oleh Pemprov DKI.
Akibatnya bila hujan, air tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga meluap ke jalan dan ke rumah-rumah warga. Problem-problem seperti itu seharusnya menjadi perhatian khusus bagi Pemprov DKI," jelasnya.
Dia menyebut saluran air ini sudah menjadi kebutuhan vital untuk menjadi sarana pembuangan dan pengaliran air sehari-hari. Perlu ada pengawasan ekstra dari pemerintah agar memastikan aliran air tidak terhambat.
Baca Juga: Satpol PP Jaksel Siap Tertibkan Bangunan Kafe di Atas Saluran Air Kawasan Kemang
"Permasalahan saluran air di permukiman padat penduduk ini saya perhatikan, jarang sekali mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov DKI, padahal ini bisa menjadi salah satu kunci untuk menanggulangi banjir yang melanda DKI Jakarta," jelasnya.
Pengawasan saluran air ini disebutnya harus menjadi prioritas. Apalagi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2022.
Meski bahaya banjir sudah mengancam, Kenneth mengakui banyak permohonan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), dan juga laporan Cepat Respon Masyarakat atau Citizen Relation Management (CRM), tidak pernah terakomodir dengan baik oleh Pemkot maupun Pemprov DKI Jakarta.
"Kemudian banyak sekali saluran air di perkampungan maupun di perumahan padat penduduk tidak tersentuh oleh Pemkot maupun Pemprov DKI Jakarta. Lalu hasil permohonan Musrenbang serta CRM itu juga tidak terakomodir dengan baik," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Satpol PP Jaksel Siap Tertibkan Bangunan Kafe di Atas Saluran Air Kawasan Kemang
-
Berdiri di Atas Saluran Air, Pemilik Kafe di Kemang Dikasih Waktu Bongkar Bangunan
-
Lima Kafe Kawasan Kemang Dibangun di Atas Saluran Air, Wagub DKI: Tidak Boleh!
-
Pemkot Jaksel Dapati 5 Ruko Berdiri di Atas Saluran Air di Kemang
-
Ke Luar Kota Saat Jakarta Banjir, Kenneth PDIP: Kenapa Anies Tambeng Banget?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD