SuaraJakarta.id - Kenaikan harga Pertamax membuat para pengguna kendaraan menjerit. Pasalnya kenaikan tersebut dinilai cukup menguras kantong.
Pandi Ramadhan (26), salah seorang pegawai swasta mengatakan, kenaikan harga Pertamax tidak berimbang dengan pendapatannya saat ini.
Kenaikan bahan bakar kendaraannya tak berbanding lurus dengan penghasilannya.
"Keberatan banget, bensin naik tapi gaji gak naik. Sedangkan kita harus terus isi bensin," ungkapnya kepada Suara.com, Jumat (1/4/2022).
Terlebih kenaikan BBM jenis Pertamax ini dilakukan menjelang puasa. Otomatis lanjutnya, membuat pengeluarannya lebih ekstra bila dibandingkan sebelumnya.
Biasanya pandi mengisi BBM untuk motornya senilai Rp 30 ribu dalam kurun 2 hari sekali. Kedepan mungkin ia bisa mengeluarkan kocek Rp 40-50 ribu dalam setiap pengisian.
"Biasanya ngisi Rp 30 ribu, kalau naik mungkin bisa ngisi Rp 40-50 ribu," ujarnya.
Saat ini, BBM jenis Pertamax dibanderol dengan harga Rp 12.500 per liter. Naik sekitar Rp 3 ribu dari sebelumnya yang diangka Rp 9 ribu per liter.
Meski terjadi kenaikan, Pandi mengaku tidak akan berpindah kebahan bakar jenis lain yang lebih terjangkau seperti Pertalite.
Baca Juga: Warga Kota Cimahi dan Bandung Barat Buru Pertalite, Antrean Mengular di Sejumlah SPBU
Sebab, kandungan oktan dalam bahan bakar menjadi pertimbangannya dalam pemilihan bahan bakar.
"Ini kan motor keluaran tahun baru, apalagi sudah injeksi, sayang aja kalau pakai Pertalite. Apalagi kalau pakai Pertalite tarikan motor kurang yahut," tutupnya.
Kontributor : Faqih Fathurrahman
Berita Terkait
-
Luhut Beri Sinyal Harga Gas 3 Kg dan Pertalite Bakal Naik, Warganet: Hadiah Ramadhan dari Opung
-
Sebut Indonesia Paling Lambat Naikkan Harga BBM, Menko Luhut Sebut kalau Pertamax Tidak Naik Pertamina Bisa Jebol
-
Terpopuler: Jenderal Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI Daftar TNI, Ratusan Kios Lenggang Jakarta Terbakar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi