SuaraJakarta.id - Polusi debu batu bara masih mengusik ketenangan warga yang tinggal di rumah susun sederhana sewa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Polusi muncul dari aktivitas bongkar muat batu bara di kawasan itu.
Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menyebut polusi debu bukan berasal dari PT. Karya Citra Nusantara -- yang sebelumnya sudah diberikan hukuman.
"Di sekitar Marunda masih banyak sekali industri yang menggunakan batu bara, baik sebagai bahan bakar maupun bongkar muatnya sehingga kalau dari KCN sendiri bisa kami pastikan di sana tidak ada bongkar muat lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto, hari ini.
Dinas memastikan tidak akan berpangku tangan dengan masih adanya polusi debu batu bara.
Asep mengatakan sedang berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menelusuri sumber polusi.
"Sedang kami coba koordinasikan dengan KLHK terkait sumber pencemar lainnya. Saya juga sudah menugaskan tim sebagai tindak lanjut akibat sanksi KCN, untuk dapat melihat, memantau, pabrik-pabrik dan industri mana lagi yang masih mencemari," kata dia.
Dinas juga akan akan aktif melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar Marunda melalui peralatan yang sudah terpasang di sana.
"Saat ini memang kami sedang melakukan evaluasi terhadap kondisi cuaca dan pencemaran di Marunda. Ini kami sedang menempatkan stasiun pemantauan kualitas udara di sana," kata dia.
Baca Juga: Terungkap! PT KCN Pelaku Pencemaran Debu Batu Bara Di Marunda Mau Beroperasi Kembali
Kegiatan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Marunda menjadi pusat perhatian pada 2021. Debu yang beterbangan ke pemukiman diprotes masyarakat karena merugikan kesehatan mereka.
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru
-
Warga Protes Bau Tak Sedap, Pemprov DKI Hentikan Sementara Uji Coba RDF Rorotan
-
Efek Jera Tak Mempan, DKI Jakarta Pilih 'Malu-maluin' Pembakar Sampah di Medsos
-
DLH DKI Sudah Uji Coba Lagi RDF Rorotan, Target Operasi Resmi Awal November
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Bagian dari CSR, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna PMI di Cirebon
-
Man Aur Tan Hadirkan Kuliner India Autentik, Lebih Praktis via GoFood dari Manhattan Hotel Jakarta
-
MLSC All-Stars 2026: All-Stars Jakarta Amankan Tiket Final Usai Tekuk Yogyakarta
-
Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris