Scroll untuk membaca artikel
Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Selasa, 12 September 2023 | 14:39 WIB
Warta Ekonomi Helat Sustainability & Inclusivity Conference 2023. (Dok: Warta Ekonomi)

Senada dengan Sakti yang mempertahankan kesehatan laut, Staf Ahli Bidang Iklim dan Investasi Kementerian Perindustrian RI, Andi Rizaldi mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengejar target emisi karbon atau net zero emission (NZE) hingga tahun 2060 atau lebih cepat. Sebab, total emisi karbon dioksida dari proses pembakaran, industri dan gas metana, dan energi meningkat sebesar 27,73% dan mencapai angka 839,6 juta ton karbon dioksida. 

“Penurunan emisi gas rumah kaca dengan target kemampuan sendiri ini 31,89% dan apabila didukung oleh dukungan internasional sebesar 43,20%. Hal ini tentu sudah sejalan dengan arah pembangunan industri nasional, salah satunya melalui Kebijakan Industri Hijau,” jelas Andi. 

Andi menambahkan, industri hijau merupakan upaya negara untuk membangun industri nasional yang tangguh, namun selaras dengan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 

Lantas bagaimana mewujudkannya? Itu diwujudkan melalui sumber energi baru seperti biomassa, biofuel, solar PV, PLTA, hydrogen hijau, dan RDF; pengembangan logistik hijau dan ekonomi sirkular seperti Kawasan Industri Hijau, remanufacturing, dan industri daur ulang; pengembangan produk hijau dan penerapan teknologi hijau seperti amonia hijau, hydrogen hijau, material hijau, dan lainnya; serta pengembangan alat transportasi ramah lingkungan berbasis listrik dan baterai. 

Baca Juga: Gegara Perubahan Iklim RI Bisa Tekor Rp544 Triliun, Bappenas: Kita Menghadapi Krisis Planet Ganda

“Selain itu, kami sedang mengusulkan untuk memberikan relaksasi sistem perpajakan dalam kerangka investasi, baik baru atau perluasan untuk importasi Completely Knock Down (CKD) dengan pemenuhan TKDN dan importasi Completely Built Up (CBU) dalam kerangka investasi,” pungkas Andi. 

Load More