Senada dengan Sakti yang mempertahankan kesehatan laut, Staf Ahli Bidang Iklim dan Investasi Kementerian Perindustrian RI, Andi Rizaldi mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengejar target emisi karbon atau net zero emission (NZE) hingga tahun 2060 atau lebih cepat. Sebab, total emisi karbon dioksida dari proses pembakaran, industri dan gas metana, dan energi meningkat sebesar 27,73% dan mencapai angka 839,6 juta ton karbon dioksida.
“Penurunan emisi gas rumah kaca dengan target kemampuan sendiri ini 31,89% dan apabila didukung oleh dukungan internasional sebesar 43,20%. Hal ini tentu sudah sejalan dengan arah pembangunan industri nasional, salah satunya melalui Kebijakan Industri Hijau,” jelas Andi.
Andi menambahkan, industri hijau merupakan upaya negara untuk membangun industri nasional yang tangguh, namun selaras dengan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Lantas bagaimana mewujudkannya? Itu diwujudkan melalui sumber energi baru seperti biomassa, biofuel, solar PV, PLTA, hydrogen hijau, dan RDF; pengembangan logistik hijau dan ekonomi sirkular seperti Kawasan Industri Hijau, remanufacturing, dan industri daur ulang; pengembangan produk hijau dan penerapan teknologi hijau seperti amonia hijau, hydrogen hijau, material hijau, dan lainnya; serta pengembangan alat transportasi ramah lingkungan berbasis listrik dan baterai.
Baca Juga: Gegara Perubahan Iklim RI Bisa Tekor Rp544 Triliun, Bappenas: Kita Menghadapi Krisis Planet Ganda
“Selain itu, kami sedang mengusulkan untuk memberikan relaksasi sistem perpajakan dalam kerangka investasi, baik baru atau perluasan untuk importasi Completely Knock Down (CKD) dengan pemenuhan TKDN dan importasi Completely Built Up (CBU) dalam kerangka investasi,” pungkas Andi.
Berita Terkait
-
Subholding Pertamina Lakukan Program Kelestarian Lingkungan Laut di NTB
-
El Nino Ancam Lukisan Gua Berusia 50.000 Tahun: Studi Ungkap Dampak Mengerikan Perubahan Iklim pada Warisan Budaya
-
Merawat Lingkungan dengan Cara Kekinian, Begini Cara Ajak Anak Muda Menjaga Kearifan Lokal
-
Melihat Proses Pembongkaran Hibisc Park di Bogor
-
Deforestasi dan Krisis Iklim: Mengapa Hutan Adalah Harapan Terakhir Kita?
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dermaga Baru PIK: Gerbang Wisata Mewah ke Kepulauan Seribu, Ancol Terancam?
-
Pramono Mau Bikin Layanan Transjabodetabek, Pengamat: 60 Persen Warga Bakal Gunakan Angkutan Umum
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya