Secara keseluruhan, alokasi bantuna BLT El Nino yang harus disalurkan PT. Pos Indonesia (persero) untuk tahun ini adalah 3,4 juta KPM.
“Untuk bantuan BLT El Nino ini diberi amanah sekitar 3,4 juta penerima. Dan untuk regional 5 Jawa Timur ini, ada lebih kurang 720 ribu penerima. Regional 5 ini meliputi Jawa Timur, Bali, Nusra (Nusa Tenggara),” kata Haris.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Pos Indoensia semakin siap dalam penyaluran bansos, apapun bentuk dan jenisnya. Seperti ketika ada info untuk mempersiapkan penyaluran BLT El Nino di Kantorpos Malang yang hanya berselang waktu sekira 18 jam dari penyaluran perdana di Pekalongan.
“Belajar dari pengalaman kemarin seolah-olah kita sudah persiapkan lebih awal. Alhamdulillah kita bisa berkoordinasi dengan pendamping dari Kementerian Sosial. Jadi kita memang bersinergi. Dan alhamdulillah pada malam bisa kita serahkan undangan (untuk KPM) dan besok harinya penerima sudah bisa datang ke Kantorpos. Selain memang sinergi dengan pemerintah daerah, dengan aparat keamanan, kemudian yang tentunya yang banyak membantu kita pendamping, karena pendamping yang bisa langsung berkomunikasi dengan penerima manfaat,” kata Haris.
Terkait validasi dan akurasi penerima BLT, pihak Pos Indoensia menerapkan teknologi face recognition yang tersemat artificial intelligence. data biometric tersebut diunggah di dashboard Pos Indonesia yang dapat diakses Kemensos sebagai pemberi mandat kerja.
“Memang salah satu kelebihan dari kita dalam penyaluran bantuan ini adalah kita menyiapkan dashboard untuk pihak-pihak yang berkepentingan, salah satunya Kemensos, yang real time. Jadi setiap penyaluran kita bisa tahu langsung progresnya seperti apa. Jadi misalnya hari ini sudah kita bayarkan tadi 250 ribu penerima, itu langsung terupdate ke dashboard kita.
BLT El Nino berbeda dengan Bansos dembako dan PKH
BLT El Nino senilai Rp400.000 untuk alokasi dua bulan (November dan Desember) diberikan sekaligus pada bulan Desember 2023.
BLT EL Nino berbeda dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang rutin diberikan karena termasuk ke dalam bantuan regular (program eksisting Kemensos). BLT El Nino diberikan pemerintah kepada masyarakat ditujukan untuk meringankan dampak El Nino.
Baca Juga: Distribusi Bansos Sembako dan PKH Tahap 3, Pos Indonesia Terapkan Strategi Penyaluran di Daerah 3T
Dalam proyeksi Kementerian Sosial tahun anggaran 2023, BLT EL Nino dianggarkan senilai Rp 7,52 triliun. BLT ini bernilai Rp 200 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan diberikan kepada sekitar 18,8 juta KPM yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Roben Rico mengatakan pemberian BLT El Nino di Malang sementara 250 KPM dulu.
"Ya, hari ini kita mulai di 250 KPM dulu sambil jalan tiap hari, karena penyaluran ada yang melalui PT Pos, ada yang melalui teman teman Bank Negara, " kata Roben Rico.
Arahan dari Presiden, tambah Robben, agar bisa membantu warga yang rentan dan miskin imbas dari fenomena El Nino.
"Maksud tujuan bansos ini, beliau (Presiden) ingin membantu warga agar bisa kembali memenuhi kebutuhan pokok sehari hari, " kata Robben.
Naiknya harga beras akibat El Nino, juga menjadi perhatian presiden.
Berita Terkait
-
Naikkan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunjuk Pos Indonesia Salurkan BLT El Nino
-
Pos Indonesia dan Kemendes PDTT Sepakati Kerja Sama Perkuat Bumdes dan Pengembangan Desa
-
Pos Indonesia dan ULBI Fasilitasi Beasiswa dan Ikatan Dinas untuk Mahasiswa
-
Gandeng Suryanesia, Gaia Bumi Raya City Jadi Pusat Perbelanjaan Pertama di Kalimantan yang Manfaatkan Energi Bersih
-
Evaluasi Periode II, PT Pos Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Lanjutkan Joint Marketing
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum