Generasi muda yang akan menjadi kunci Indonesia menjawab tantangan zaman. Terlebih lagi, salah satu hal yang harus diperhatikan di era Industri 4.0 dan Society 5.0 saat ini adalah kehadiran dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Indonesia harus berhati-hati menghadapi era baru ini.
Sebab, menurut Mike O'Sullivan dari Forbes, kekuatan-kekuatan dunia seperti Tiongkok dan negara-negara barat secara de facto berusaha mengunci banyak negara dan perusahaan di dunia ke dalam ekosistem teknologi dan peraturan tertentu.
Pada era ini, AI pun akan menjadi medan pertempuran baru untuk meraih supremasi. Karena itu, berbagai pilihan mulai dari teknologi dan regulasi, mata uang dan cara pembayaran, hingga perdagangan dan investasi harus dibuat. Pilihan-pilihan tersebut akan semakin nyata konsekuensinya yang akan membuat fragmentasi ekonomi global akan terus meluas dan menguat di berbagai bidang.
Untuk menyalurkan suara generasi muda, lahirlah gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP yang sadar bahwa kesuksesan Indonesia menghadapi tantangan zaman di masa depan adalah buah dari keputusan milenial dan Generasi Z saat ini, terutama keputusan memilih pemimpin.
"Milenial dan Generasi Z adalah generasi yang sangat percaya diri dan memandang masalah bukan sebagai hambatan, tapi sebagai tantangan. Karena itu, berbagai hal di Asia Pasifik bagi anak muda malah dipandang sebagai peluang untuk membawa Indonesia memainkan peran lebih signifikan di kawasan," papar Arya Sadhana.
"Dengan memberdayakan dan memberi ruang generasi muda berkreasi serta memilih pemimpin yang bijak, maka masa depan Indonesia menjadi negara maju bisa diwujudkan," tuntasnya.
Berita Terkait
-
Kaesang di Hadapan Pendukung Prabowo-Gibran: yang Ikut Jokowi Pilih PSI
-
Siang Ini Prabowo Temui Menteri BUMN Erick Thohir, Gibran Standby di Surakarta
-
Gibran Bagi-bagi Susu dan Buku Tulis di Poris Gaga Tangerang
-
Namanya Masuk Bursa Cawapres Prabowo, Erick Thohir: No Comment
-
Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko Temui Prabowo, Ini Reaksi Puan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi