"Hal tersebut bisa terwujud karena Prabowo Subianto adalah pemimpin masa depan yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi yang membuat penguatan keamanan menjadi penting untuk menjaga kedaulatan Indonesia," ujar Arya.
Dengan kepemimpinan tokoh seperti Prabowo Subianto, milenial maupun Generasi Z diyakini akan mampu memahami perkembangan strategis baik di tingkat global, regional, maupun nasional dan akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menghadapi ancaman di kawasan Asia Pasifik
"Sekalipun saat debat lalu, Capres no 2 dihadapi pertanyaan yang menyudutkan terkait data yang tidak dibuka, justru ini menjadi bukti integritas Prabowo menjaga kerahasiaan negara. Toh Presiden Jokowi pun mengatakan tidak semua strategi besar negara, tidak semua bisa dibuka layaknya toko kelontong,” ungkap Arya, mengomentari debat yang disiarkan beberapa waktu lalu.
“Sebab Indonesia membutuhkan pemimpin yang mumpuni untuk mengambil kebijakan yang bijak demi memastikan keuntungan bagi bangsa dan negara sambil menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional," lugasnya.
Baca Juga: Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Ketum Gerindra Prabowo Subianto: Lebih Demokratis
Peran serta generasi muda yang masuk dalam kategori milenial dan Generasi Z saat ini memang bisa memainkan peran kunci. Terlebih bila rasa nasionalisme, kesatuan, dan persatuan bisa dipupuk kuat ke kalangan generasi muda, sebab Indonesia saat ini memiliki bonus demografi yang bila dikelola dengan benar akan menjadi kekuatan penting bagi keberhasilan Visi Indonesia Emas 2045.
Generasi muda yang akan menjadi kunci Indonesia menjawab tantangan zaman. Terlebih lagi, salah satu hal yang harus diperhatikan di era Industri 4.0 dan Society 5.0 saat ini adalah kehadiran dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Indonesia harus berhati-hati menghadapi era baru ini.
Sebab, menurut Mike O'Sullivan dari Forbes, kekuatan-kekuatan dunia seperti Tiongkok dan negara-negara barat secara de facto berusaha mengunci banyak negara dan perusahaan di dunia ke dalam ekosistem teknologi dan peraturan tertentu.
Pada era ini, AI pun akan menjadi medan pertempuran baru untuk meraih supremasi. Karena itu, berbagai pilihan mulai dari teknologi dan regulasi, mata uang dan cara pembayaran, hingga perdagangan dan investasi harus dibuat. Pilihan-pilihan tersebut akan semakin nyata konsekuensinya yang akan membuat fragmentasi ekonomi global akan terus meluas dan menguat di berbagai bidang.
Untuk menyalurkan suara generasi muda, lahirlah gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP yang sadar bahwa kesuksesan Indonesia menghadapi tantangan zaman di masa depan adalah buah dari keputusan milenial dan Generasi Z saat ini, terutama keputusan memilih pemimpin.
Baca Juga: Soal Kriteria Pemimpin versi Jokowi, Kepala BIN Berseloroh: 100 Persen Identik Prabowo
"Milenial dan Generasi Z adalah generasi yang sangat percaya diri dan memandang masalah bukan sebagai hambatan, tapi sebagai tantangan. Karena itu, berbagai hal di Asia Pasifik bagi anak muda malah dipandang sebagai peluang untuk membawa Indonesia memainkan peran lebih signifikan di kawasan," papar Arya Sadhana.
Berita Terkait
-
Saat Elite PDIP dan Gerindra Beri Kabar Terbaru soal Rencana Pertemuan Megawati-Prabowo
-
Karier dan Bisnis Najwa Shihab, Heboh Rumor Masuk Radar Kabinet Prabowo Gegara Sikap Diam
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
-
Politik Tidak Libur, Rocky Gerung Yakini Ada Kasak-kusuk Reshuffle Kabinet Prabowo saat Lebaran
-
Pendidikan Mentereng Najwa Shihab, Santer Isu Masuk Kabinet Prabowo
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga
-
Pramono Teken Pergub Syarat PPSU: Cukup Ijazah SD, Kontrak Kerja Tiap 3 Tahun
-
Baru Tempati Rumah Dinas, Pramono Curhat Jatuh dari Sepeda Sampai Pelipis Luka
-
Lebaran Pertama Pramono Sebagai Gubernur: Dari Istiqlal, Istana hingga Rumah Mega Tanpa Ganti Sepatu