Scroll untuk membaca artikel
Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 03 April 2025 | 18:57 WIB
Toko mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. (Suara.com/Fakhri)

"Dulu era Pak SBY (Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono), tiap bantuan cair pasti toko mainan ramai," tutur Runi.

"Sekarang pemerintah ribet bantuan dikartuin. Kan kebutuhan orang beda-beda. Jadi gak ngefek. Biasanya ada duit begitu kita juga kena jadi rame," ungkap Runi.

Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebaikan yang memperkuat perekonomian. Daya beli masyarakat juga tak cukup hanya sampai di bahan pokok saja.

Salah satu pengunjung mencari mainan di toko mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. (Suara.com/Fakhri)

"Orang sekarang lebih milih perut daripada mainan. Tapi kan gimana kan kita jualnya mainan bukan beras. Kalau masyarakat beli mainan gak mampu berarti kan ada yang salah," pungkasnya.

Baca Juga: Ingatkan Pengusaha Izin Ke Warga Sebelum Jalankan Usaha, Pemkot Jaksel: Jangan Mentang-mentang Ada OSS

Keluh Pedagang

Sebelumnya pedagang mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, mengeluhkan pendapatan yang merosot belakangan ini. Bahkan, penjualan tak mengalami peningkatan meski sedang libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang bernama Runi. Pemilik toko KIM Toys ini mengaku sudah ikut berjualan mainan bersama orang tuanya sejak kecil.

Momen lebaran Idul Fitri disebutnya selalu dinantikan karena pengunjung akan membludak. Mainan yang dijajakan juga laris manis dan membawa keuntungan besar bagi para pedagang.

"Dulu mah pas hari-hari lebaran ibaratnya makan saja nggak keburu. Pembeli dateng nggak berhenti," ujar Runi saat ditemui Suara.com, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: Bersiap Layani Caleg Gagal, Pemkot Jakpus Siagakan Layanan Faskes Jiwa Di Puskesmas Dan Rumah Sakit

Pada lebaran 2025 ini, Runi mengakui tak ada peningkatan pada penjualan tokonya. Saat ditemui Kamis siang, baru satu pengunjung yang membeli dagangannya.

Load More