- Warga Tangerang mengeluhkan sulitnya akses layanan jantung BPJS.
- Sufmi Dasco Ahmad menelepon langsung Direktur Utama BPJS Kesehatan.
- Pasien jantung kini dapat berobat di RSUD Kota Tangerang.
SuaraJakarta.id - Kabar baik bagi warga Kota Tangerang, Banten, khususnya para pasien penyakit jantung.
Akses layanan kesehatan krusial ini kini semakin mudah dijangkau setelah BPJS Kesehatan menyetujui penjaminan pemeriksaan dan pelayanan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi ribuan pasien yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta untuk mendapatkan pengobatan yang ditanggung BPJS.
Terobosan ini terjadi berkat intervensi langsung dari Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam agenda resesnya di Kota Tangerang beberapa waktu lalu, Dasco menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai kendala akses layanan jantung.
Warga mengeluhkan beban ganda yang harus mereka tanggung.
Selain melawan penyakit, mereka juga harus berhadapan dengan jarak dan waktu tempuh menuju rumah sakit di ibu kota hanya untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Masalah utamanya adalah layanan jantung di RSUD Kota Tangerang, yang sebenarnya sudah memiliki fasilitas memadai, belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal ini memaksa pasien pemegang kartu BPJS untuk mencari alternatif rumah sakit lain yang lokasinya lebih jauh.
Baca Juga: Saban Hari Waswas Tinggal di Rumah Reyot, Rohman Kini Bisa Bernapas Lega
“Sewaktu reses, saya mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang pemeriksaan Pasien Penyakit Jantung yang belum ter-cover di RSUD Kota Tangerang,” ujar Dasco, Kamis (20/11/2025).
Tak ingin menunda solusi, Sufmi Dasco Ahmad mengambil langkah cepat dan tak terduga di hadapan sekitar 500 warga yang hadir dalam acara reses tersebut.
Di tengah acara, Wakil Ketua DPR RI itu langsung menghubungi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, melalui sambungan telepon.
Dalam video yang diunggahnya, Dasco dengan tegas menyampaikan aspirasi konstituennya dan meyakinkan Dirut BPJS Kesehatan bahwa RSUD Kota Tangerang sudah siap dari sisi fasilitas medis.
Ia menegaskan, peralatan canggih untuk penanganan jantung, termasuk untuk tindakan operasi, telah tersedia dan siap digunakan.
"Pak Ghufron, saya bersama konstituen yang mengeluhkan masalah pasien jantung belum di-cover BPJS di RSUD Kota Tangerang. Mesin untuk operasinya sudah siap. Sudah, semua," ujar Sufmi Dasco Ahmad kepada Ghufron dalam percakapan telepon, yang diperdengarkan kepada warga yang hadir.
Berita Terkait
-
Saban Hari Waswas Tinggal di Rumah Reyot, Rohman Kini Bisa Bernapas Lega
-
Dulu Tak Layak, Puluhan Rumah di Tangerang yang Dibedah Bikin Warga Semringah
-
Pasar Rakyat dan Face Painting Meriahkan Perayaan HUT ke-80 RI di Tangerang
-
Apartemen di BSD City Ciptakan Tulisan Cahaya HUT RI 80 di Langit Malam
-
Waspadai Beras Oplosan! Wali Kota Tangerang Bagikan Cara Aman Belanja Beras
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Punya Rp150 Juta? Ini 8 MPV Keluarga Bekas yang Masih Layak Dibeli di 2026
-
15 Promo Indomaret untuk Belanja Awal Tahun, Minyak Goreng hingga Susu Diskon
-
10 Merek Mobil Bekas Paling Ramah Bengkel, Spare Part KW Mudah Dicari
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Menteri Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik 2026, Benarkah?