Tasmalinda
Selasa, 30 Desember 2025 | 17:35 WIB
Cek Fakta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Baca 10 detik
  • Sebuah unggahan di media sosial mengklaim Megawati Soekarnoputri ingin merekrut Purbaya Yudhi Sadewa ke dalam struktur PDIP.
  • Hasil penelusuran menyatakan klaim tersebut adalah hoaks karena tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang atau media kredibel.
  • Informasi yang viral ini menyebar luas sebagai opini tidak berdasar, sehingga penting untuk memverifikasi sumber terpercaya.

SuaraJakarta.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah unggahan yang mengklaim bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ingin memasukkan nama Purbaya Yudhi Sadewa ke dalam struktur Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Klaim ini segera viral karena menyangkut tokoh besar di dunia politik dan partai terbesar di Indonesia.

Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Irwan Subekhi” pada Kamis (25/12/2025) berisi narasi:

“MEGAWATI INGIN MEREKRUT PURBAYA MASUK KE-PDIP

MEGAWATI: kalo Menkeu mau masuk ke PDIP, saya jamin masa depan cerah,kami siap angkat dia jadi kepala.

PURBAYA: Ngak dulu bu , saya masih belum tertarik yang namanya masuk partai,

Partai sebelah juga banyak yang nawarin,

Tapi saya lebih memilih INDEPENDENT,

Duduk nyenyak makan kenyang tanpa ada tekanan dari pihak manapun”.

Hingga Selasa (30/12/2025) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 3.300 tanda suka, 1.200-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 40 kali.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?

Unggahan tersebut menyiratkan seakan Megawati memutuskan sendiri untuk “merekrut” Purbaya masuk ke PDIP sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan partai. Tetapi sebelum Anda ikut percaya atau menyebarkannya, penting untuk menyimak hasil cek fakta yang sebenarnya.

Cek Fakta Megawati ingin rekruit Purbaya

Dalam unggahan yang tersebar di Facebook dan platform lain, disebutkan bahwa Megawati Soekarnoputri secara aktif ingin membawa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjadi kader atau pengurus di PDIP untuk periode berikutnya. Narasi ini dibuat sedemikian rupa hingga seolah telah ada keputusan resmi dari Megawati.

Unggahan ini kemudian dibagikan ribuan kali disertai komentar dari warganet yang menduga ada dinamika politik baru di internal PDIP.

Menurut pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar fakta yang valid. Berikut poin hasil penelusuran:

  1. Tidak ada pernyataan resmi dari Megawati Soekarnoputri yang menyatakan keinginan atau keputusan untuk merekrut Purbaya Yudhi Sadewa ke dalam PDIP.
  2. Media besar dan kredibel nasional seperti Kompas, Detik, Tempo, CNN Indonesia, Antara, dan lainnya tidak pernah memberitakan isu ini sebagai pernyataan politik resmi.
  3.  Situs resmi PDIP maupun kanal media sosial terverifikasi Megawati atau PDIP tidak pernah merilis informasi terkait hal tersebut.
  4. Unggahan yang beredar tampaknya hanya berupa opini pengguna atau akun yang tidak terverifikasi, dan tidak memiliki rujukan sumber resmi.

Dengan demikian narasi dalam unggahan itu termasuk konten hoaks / misinformasi — yakni informasi palsu yang dibuat dan disebarkan tanpa dasar fakta yang benar.

Kesimpulan: Klaim Itu Hoaks

Klaim bahwa Megawati Soekarnoputri ingin merekrut Purbaya Yudhi Sadewa masuk ke PDIP adalah SALAH dan menyesatkan.

Tidak ada pernyataan resmi, bukti dokumenter, atau sumber kredibel yang mendukung narasi tersebut. Unggahan yang ramai dibagikan masyarakat hanyalah opini atau spekulasi yang dikemas seperti fakta.

Mengapa Hoaks Ini Dapat Menyesatkan?
Unggahan seperti ini memanfaatkan:

  1. Nama besar pemimpin politik nasional (Megawati Soekarnoputri)
  2. Nama figur pejabat publik (Purbaya Yudhi Sadewa)
  3. Suasana politik yang dinamis menjelang pemilu atau pergantian kabinet

Maka tak heran jika narasi seperti ini cepat tersebar, apalagi jika tidak disertai sumber yang kredibel.

Tips Cek Fakta Sebelum Share
Sebelum Anda membagikan informasi mengenai figur publik atau partai politik, lakukan langkah ini:

  1. Cek apakah pemberitaan itu ada di media arus utama yang kredibel.
  2. Periksa kanal kanal resmi tokoh atau partai yang bersangkutan (situs resmi, media sosial terverifikasi).
  3. Hati-hati jika informasi hanya berasal dari akun anonim atau tidak terverifikasi.
  4. Cara ini membantu Anda terhindar dari ikut menyebarkan hoaks politik yang tidak berdasar.

Load More