- Sebuah unggahan viral di media sosial menuduh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai dalang penyitaan uang korupsi konglomerat.
- Hasil cek fakta menunjukkan tidak ada pernyataan resmi atau liputan media kredibel mendukung klaim Purbaya berperan sebagai "mastermind" tersebut.
- Tugas utama Menteri Keuangan adalah pengelolaan fiskal, sementara operasi penyitaan aset korupsi merupakan ranah lembaga penegak hukum.
SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan yang ramai dibagikan di media sosial beberapa waktu terakhir menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut sebagai “mastermind” dalam operasi penyitaan uang hasil korupsi dari para konglomerat kaya.
Sebuah video beredar di media sosial yang menyebutkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mastermind dari operasi penyitaan uang korupsi konglomerat sebanyak Rp6 triliun dan Rp13 triliun. ADVERTISEMENT Mastermind merujuk ke istilah bagi orang yang berperan merencanakan dan mengendalikan ide atau proyek besar atau disebut dalang. Dalam video unggahan akun Instagram “@wijaya27071” (arsip) pada Sabtu (27/12/2025), tertulis pesan “Purbaya Mastermind Dibalik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat”
Narasi ini ditulis seakan merujuk pada peran luar biasa Purbaya dalam mengungkap dan menyita aset besar hasil korupsi, lengkap dengan tudingan dramatis.
Unggahan viral itu langsung menarik perhatian warganet dan menimbulkan opini kuat dari berbagai kelompok di ruang publik. Namun sebelum Anda ikut menilai atau bahkan menyebarkannya, penting untuk mengetahui hasil cek fakta yang sebenarnya.
Karena klaim itu ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Narasi ini disertai potongan foto, teks provokatif, dan seolah-olah mengutip pernyataan resmi dari pihak aparat penegak hukum ataupun dari lembaga pemerintah.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan penelusuran terhadap klaim viral ini dan menemukan poin-poin berikut:
1. Tidak ada pernyataan resmi dari Purbaya Yudhi Sadewa atau Kementerian Keuangan yang menyatakan bahwa beliau adalah “mastermind” di balik operasi penyitaan uang korupsi konglomerat.
2. Tidak ada pemberitaan di media arus utama kredibel (seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, atau CNN Indonesia) yang memberitakan narasi seperti itu.
3. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memiliki tugas utama dalam pengelolaan fiskal dan anggaran negara, bukan sebagai penegak hukum yang menjalankan operasi penyitaan aset koruptor — tugas tersebut berada di ranah lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan Agung, atau Polri.
4. Unggahan yang beredar sering kali berasal dari akun tidak terverifikasi atau sumber anonim tanpa referensi resmi, dan tidak mencantumkan bukti faktual.
Berdasarkan fakta ini, klaim yang beredar tidak dapat dibuktikan atau didukung oleh bukti yang valid.
Baca Juga: Cak Fakta: Benarkah Menteri Bahlil Wajibkan Ojol Beli Motor Listrik di Tahun 2026?
Kesimpulan: Hoaks / Konten Menyesatkan
Klaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa adalah “mastermind” penyitaan uang korupsi konglomerat adalah SALAH dan menyesatkan.
Informasi tersebut tidak pernah berasal dari pernyataan resmi, maupun dilaporkan oleh media besar yang kredibel. Unggahan yang beredar termasuk dalam kategori konten hoaks yang memanfaatkan isu korupsi dan nama pejabat publik untuk menarik perhatian.
Mengapa Ini Menyesatkan?
Unggahan semacam ini:
1. Menyalahartikan peran pejabat negara dalam isu hukum.
2. Mengaburkan konteks tugas dan fungsi lembaga pemerintah yang sebenarnya menangani korupsi.
3. Memicu opini publik tanpa dasar fakta.
4. Masalah penyitaan uang hasil korupsi dan pemberantasan korupsi dikawal oleh lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, bukan oleh kementerian fiskal semata.
Tips Cek Fakta Sebelum Share
Sebelum Anda membagikan informasi sensasional seperti ini:
Berita Terkait
-
Cak Fakta: Benarkah Menteri Bahlil Wajibkan Ojol Beli Motor Listrik di Tahun 2026?
-
Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Klaim Presiden Sementara Venezuela Tegaskan Bakal Lawan AS, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Klaim Purbaya Desak Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
Cek Fakta: Malaysia Sebut Pemerintahan Prabowo Seperti Penindasan Pemimpin Yahudi, Benarkah?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Lewat Mandiri Micro Fest 2025, Pelaku Usaha Mikro Catat Lonjakan Transaksi Digital 45%
-
7 Cara Mudah Bersihkan Lumpur di Rumah Setelah Banjir, Dijamin Lebih Sehat
-
6 Fakta Penting Broken Strings: Buku Aurelie Moeremans yang Viral dan Mengguncang Publik
-
Cek Fakta: Benarkah Kantor Polisi Cina Terbentuk di Morowali & Mendarat di Manado
-
Viral Pria Asing Ini Menangis Saat Tinggalkan Indonesia, Tak Kuat Berpisah dengan Nasi Padang