- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengakui ribuan orang tewas dalam protes besar di Iran melalui pidato Sabtu, 17 Januari.
- Khamenei menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas kerusuhan tersebut, menyebut mereka menyebabkan kerusakan besar di Iran.
- Pengakuan ini merupakan momen penting karena kontras dengan penyangkalan resmi otoritas Iran sebelumnya mengenai skala kekerasan.
SuaraJakarta.id - Untuk pertama kalinya sejak gelombang protes besar-besaran mengguncang Iran awal tahun ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei secara terbuka mengakui bahwa 'ribuan orang telah tewas' dalam rangkaian aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota di negara itu.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru di panggung global, di tengah desakan kelompok internasional dan hak asasi manusia agar Tehran bertanggung jawab atas penanganan protes.
Dalam pidatonya yang disiarkan pada Sabtu, 17 Januari, Khamenei berkata bahwa korban tewas termasuk mereka yang disebutnya “beberapa mati dengan cara yang tidak manusiawi”, yakni sebuah pernyataan yang datang setelah berminggu-minggu pemerintah menutup akses informasi dan membatasi pergerakan jurnalis asing di Iran.
Pengakuan ini sebagai momen penting yang jarang terjadi dalam sejarah Republik Islam Iran, di mana otoritas tertinggi selama ini kerap menepis laporan internasional tentang tingkat kekerasan terhadap para demonstran.
Dalam pidatonya pada Sabtu (17/01), Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ribuan orang telah tewas, "beberapa dengan cara yang tidak manusiawi dan biadab". Dia lantas menyalahkan AS atas kematian tersebut.
Khamenei juga mengatakan Iran menganggap Presiden Trump sebagai "penjahat" dan mengatakan AS harus "dimintai pertanggungjawaban" atas kerusuhan baru-baru ini. "Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang," kata Khamenei, seperti dikutip dari BBC Indonesia.
Menurut pernyataannya, Khamenei tidak hanya membahas jumlah korban, tetapi juga mengaitkan aksi protes dengan apa yang disebutnya upaya “pengaruh asing” untuk memecah belah Iran. Ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak internal yang menolak kebijakan pemerintah.
Pernyataan Khamenei ini berbeda dengan posisi pejabat tinggi Iran lainnya sebelumnya, yang cenderung meremehkan jumlah kematian ataupun menyebut tuntutan protes sebagai pemberontakan kecil yang berhasil ditangani.
Kelompok pemantau hak asasi manusia internasional telah berkali-kali memperingatkan bahwa angka korban tewas dan hilang lebih tinggi daripada yang diakui oleh otoritas Iran. Beberapa laporan independen bahkan menyebut jumlah lebih dari 500 orang tewas dalam beberapa pekan pertama aksi protes.
Baca Juga: Banjir Jakarta Hari Ini: Genangan Masih Terjadi di 12 Titik, Ini Update Terbaru
Sementara itu, negara-negara Barat dan organisasi internasional menyerukan penyelidikan penuh dan menegaskan bahwa penggunaan kekuatan berlebihan terhadap demonstran damai adalah pelanggaran HAM yang serius.
Pengakuan terbuka oleh Khamenei ini dipandang oleh beberapa analis sebagai pengakuan tidak langsung atas skala konflik yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya dilaporkan pemerintah Iran sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Lima Hari Tanpa Kabar dari Iran, Orang Tua WNI Hanya Bisa Berdoa Menunggu Pesan Anak
-
Iran Ancam Serang Israel Lebih Besar! Perang Dunia III di Depan Mata?
-
Jelang Bentrok di Laga Uji Coba, Begini Perbandingan Nilai Pasar Timnas Indonesia vs Iran
-
Jadwal Laga Uji Coba Iran vs Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023
-
Persiapan Piala Asia 2023, Timnas Indonesia Ditantang Iran dalam Laga Uji Coba
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Imsak Jakarta 5 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Jadwal Sahur dan Buka Puasa Hari Ini
-
Ini Waktu Terbaik Mudik Lebaran 2026 Agar Tidak Terjebak One Way
-
Maghrib Jakarta Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Rabu 4 Maret 2026
-
Wajib Tahu! Jadwal One Way, Contraflow dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 Agar Tak Terjebak Macet
-
Warga Jakarta Wajib Tahu! Waktu Imsak Hari ini, 4 Maret 2026 Jangan Sampai Mepet Subuh