- Operasi SAR gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban pesawat ATR di pegunungan Maros hingga Minggu malam (18/1/2026).
- Cuaca buruk berupa hujan deras dan medan pegunungan curam menjadi kendala utama menghambat proses evakuasi korban.
- Tim SAR memutuskan bermalam di dekat lokasi penemuan jenazah, memprioritaskan keselamatan personel di atas segalanya.
SuaraJakarta.id - Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih menghadapi tantangan berat. Hingga Minggu malam (18/1/2026), tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum berhasil mengevakuasi jenazah korban yang telah ditemukan di lokasi kejadian.
Cuaca buruk dan medan ekstrem menjadi faktor utama yang memengaruhi jalannya operasi.
Berikut 6 fakta lapangan terbaru dari proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR di Maros:
1. Jenazah Korban Sudah Ditemukan, Tapi Belum Bisa Dievakuasi
Tim SAR gabungan telah menemukan jenazah korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat ATR. Namun hingga kini, jenazah tersebut belum dapat diangkat karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.
Upaya evakuasi sudah dilakukan beberapa kali, tetapi harus dihentikan demi keselamatan personel.
2. Hujan Deras Terjadi Hampir Sepanjang Hari
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan lebat sejak sore hingga malam hari. Curah hujan tinggi disertai kabut tebal membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko terpeleset maupun longsor.
Cuaca inilah yang menjadi kendala terbesar dalam proses evakuasi.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?
3. Medan Pegunungan Curam dan Sulit Diakses
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan pegunungan dengan kontur sangat terjal. Akses menuju titik temuan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan peralatan khusus.
Evakuasi melalui jalur udara, termasuk menggunakan helikopter, belum dapat dilakukan karena visibilitas rendah.
4. Tim SAR Bermalam di Dekat Lokasi Jenazah
Karena evakuasi belum memungkinkan, tim SAR memutuskan mendirikan camp darurat di sekitar lokasi penemuan jenazah. Tim bermalam di area tersebut agar tetap dekat dengan titik evakuasi dan siap melanjutkan operasi begitu cuaca membaik.
Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga lokasi tetap aman.
Tag
Berita Terkait
-
6 Fakta Penting Broken Strings: Buku Aurelie Moeremans yang Viral dan Mengguncang Publik
-
Viral Pria Asing Ini Menangis Saat Tinggalkan Indonesia, Tak Kuat Berpisah dengan Nasi Padang
-
Viral Air Sinkhole di Limapuluh Kota Dipercaya Jadi Obat, ESDM Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!
-
Viral Aksi Wanita Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Begini Kronologi dan Motifnya
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event