- KPK pada Senin (19/1/2026) melaksanakan dua OTT serentak di Pati (jual beli jabatan) dan Madiun (fee proyek dan CSR).
- Dua kepala daerah aktif diamankan KPK dalam operasi tersebut, menyoroti masih tingginya korupsi di tingkat pemerintahan daerah.
- Dua kasus berbeda pola ini mempertegas bahwa korupsi menyebar dari akses jabatan birokrasi hingga pengelolaan proyek anggaran.
Keterlibatan kepala daerah aktif dalam dua OTT ini kembali memunculkan pertanyaan besar di ruang publik:
sejauh mana reformasi birokrasi berjalan di daerah, dan seberapa efektif sistem pengawasan internal pemerintah daerah mencegah penyalahgunaan kewenangan.
Kasus Pati dan Madiun memperlihatkan bahwa kerentanan tidak hanya berada pada satu sektor, tetapi menyebar dari birokrasi desa hingga proyek bernilai besar.
5. Proses Hukum Berjalan, Dampak Sosial Langsung Terasa
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Hingga tahap awal ini, asas praduga tak bersalah tetap berlaku, dan konstruksi perkara resmi masih menunggu pengumuman KPK.
Namun di luar proses hukum, dampaknya sudah terasa. Kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah kembali diuji, birokrasi menjadi sorotan, dan masyarakat menunggu apakah dua OTT ini akan menjadi titik awal pembenahan serius atau sekadar penindakan tanpa perubahan struktural.
Dua OTT dalam satu hari menegaskan bahwa persoalan korupsi di daerah belum selesai. Ia tidak hanya soal uang, tetapi juga soal akses kekuasaan, baik melalui jabatan maupun proyek.
Kasus Pati dan Madiun menjadi pengingat bahwa rumor publik, keluhan warga, dan kegelisahan aparatur sering kali bukan tanpa dasar—dan ketika penindakan datang, ia datang sekaligus.
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
7 Fakta Mengejutkan OTT Pegawai Pajak Jakut, Pajak Rp59 Miliar Diduga Diatur
-
Cek Fakta: Benarkah Viral 700 Kepala Desa Tertangkap KPK?
-
Berapa Kerugian Negara di Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina? Ini Kata KPK
-
Satu Unit Mobil Disita KPK Dari Rumah Mantan Sekjen Kemenaker
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Sudewo dari Partai Apa? Ini 7 Fakta Bupati Pati yang Kena OTT KPK dan Pernah Tantang Warga
-
Dua OTT KPK dalam Sehari: 5 Fakta Penting Kasus Pati dan Madiun
-
Akselerasi Livin by Mandiri memudahkan transaksi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
-
5 Tren Fashion Pengganti Gorpcore Setelah Salomon, Dari Retro Skate hingga Gaya Anti Mainstream
-
Evakuasi Belum Berhasil, Ini 6 Fakta Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Maros