- Bupati Pati, Sudewo, kader Partai Gerindra, terjaring OTT KPK di Kudus terkait dugaan jual beli jabatan.
- Sudewo menjabat Bupati Pati periode 2025–2030, dikenal tegas namun kontroversial termasuk isu PBB-P2.
- Sebelum OTT, Sudewo pernah viral menantang demonstran dan sempat diusulkan pemakzulan oleh DPRD Pati.
SuaraJakarta.id - Nama Sudewo, Bupati Pati, mendadak kembali menjadi sorotan publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK). Namun bagi warga Pati, nama Sudewo sejatinya bukan sosok asing dalam pusaran kontroversi. Jauh sebelum OTT, ia sempat beberapa kali viral karena sikap dan kebijakannya.
Berikut 7 fakta penting tentang Sudewo, mulai dari latar belakang politik hingga momen-momen yang membuatnya ramai diperbincangkan publik.
1. Sudewo Merupakan Kader Partai Gerindra
Sudewo diketahui merupakan kader Partai Gerindra. Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati, ia juga pernah berkiprah di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI. Afiliasi politik ini kerap disebut publik saat namanya terseret berbagai polemik kebijakan daerah.
2. Menjabat Bupati Pati Periode 2025–2030
Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati untuk periode 2025–2030. Kepemimpinannya sejak awal dikenal dengan gaya tegas dan lugas, namun di sisi lain kerap memicu perdebatan di tengah masyarakat.
3. Terjaring OTT KPK di Kudus
Dalam perkembangan terbaru, Sudewo diamankan KPK dalam OTT yang dilakukan di wilayah Kudus, Jawa Tengah. OTT ini diduga berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan daerah, meski KPK masih mendalami konstruksi perkara secara resmi.
4. Pernah Viral Tantang Puluhan Ribu Warga Saat Demo
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?
Salah satu momen paling viral adalah ketika Sudewo menantang massa demonstran yang menolak kebijakan pemerintah daerah. Pernyataannya saat menghadapi aksi yang disebut diikuti puluhan ribu warga memicu reaksi keras dan menuai kritik luas di media sosial.
5. Kebijakan Pajak Picu Amarah Publik
Nama Sudewo juga sempat ramai disorot akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang dinilai memberatkan warga. Kebijakan ini memicu gelombang protes dan menjadi salah satu pemicu demonstrasi besar di Pati.
6. Sempat Diusulkan Dimakzulkan DPRD
Kontroversi yang beruntun membuat DPRD Pati sempat menggulirkan hak angket dan wacana pemakzulan terhadap Sudewo. Meski pada akhirnya gagal dimakzulkan, proses politik ini memperkuat citra bahwa kepemimpinannya sarat penolakan publik.
7. OTT Membuat Rekam Jejak Lama Kembali Disorot
Tag
Berita Terkait
-
Dua OTT KPK dalam Sehari: 5 Fakta Penting Kasus Pati dan Madiun
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
7 Fakta Mengejutkan OTT Pegawai Pajak Jakut, Pajak Rp59 Miliar Diduga Diatur
-
Cek Fakta: Benarkah Viral 700 Kepala Desa Tertangkap KPK?
-
Berapa Kerugian Negara di Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina? Ini Kata KPK
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
7 Sepatu Lari Tanpa Tali yang Praktis untuk Lari Sore, Tinggal Pakai Langsung Jalan
-
Anniversary Merlynn Park Hotel: 16 Years of Transformation Hospitality Beyond Excellence
-
Viral Visual Balita di Kemasan: Salah Tafsir atau Kurang Memahami Konteks?
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Guru Besar Universitas Jayabaya Desak Revolusi Hukum Kepailitan Demi Ekonomi Nasional