Tasmalinda
Kamis, 22 Januari 2026 | 23:10 WIB
Waspada tanah longsor Januari 2026, Ini daftar kecamatan rawan di DKI Jakarta
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengeluarkan peringatan dini potensi gerakan tanah di DKI Jakarta pada Januari 2026 karena prakiraan curah hujan tinggi.
  • Penyusunan peta potensi gerakan tanah mempertimbangkan kerentanan geologi, intensitas hujan, dan kondisi lereng wilayah setempat.
  • Sejumlah wilayah Jakarta Barat, Pusat, Selatan, dan Timur masuk zona menengah hingga tinggi potensi gerakan tanah.

SuaraJakarta.id - Pemerintah mengeluarkan peringatan dini potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2026. Peringatan ini menyusul prakiraan curah hujan tinggi hingga ekstrem yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Informasi prakiraan wilayah potensi gerakan tanah ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang dirilis oleh BMKG.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), peta potensi gerakan tanah disusun dengan mempertimbangkan:

1. Kerentanan geologi wilayah
2. Intensitas dan akumulasi curah hujan
3. Kondisi lereng, aliran sungai, dan aktivitas manusia
Hasil analisis menunjukkan, sejumlah wilayah di DKI Jakarta masuk dalam Zona Menengah hingga Tinggi potensi gerakan tanah.

Daftar Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Gerakan Tanah Menengah–Tinggi

Berikut wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama Januari 2026:

1. Kota Administrasi Jakarta Barat
Kecamatan Kembangan
2. Kota Administrasi Jakarta Pusat
Kecamatan Menteng
3. Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kecamatan Cilandak
Jagakarsa
Kebayoran Baru
Kebayoran Lama
Mampang Prapatan
Pancoran
Pasar Minggu
Pesanggrahan
Tebet
4. Kota Administrasi Jakarta Timur
Kecamatan Cakung
Cipayung
Ciracas
Duren Sawit
Jatinegara
Kramatjati
Makasar
Matraman
Pasar Rebo
Pulogadung

Penjelasan Zona Menengah dan Zona Tinggi
 Zona Menengah
Zona menengah merupakan wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah apabila:

1. Curah hujan berada di atas normal
2. Lokasi berada di sekitar lembah sungai, gawir, tebing jalan
3. Lereng mengalami gangguan atau perubahan tata guna lahan

Zona Tinggi
Zona tinggi memiliki potensi lebih besar untuk terjadi gerakan tanah, terutama jika:

Baca Juga: Banjir Jakarta Hari Ini: Genangan Masih Terjadi di 12 Titik, Ini Update Terbaru

1. Curah hujan tinggi hingga ekstrem
2. Gerakan tanah lama berpotensi aktif kembali
3. Drainase dan struktur tanah tidak mampu menahan beban air

Waspada Hujan Lebat hingga Ekstrem
Berdasarkan peringatan BMKG, wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami:

1. Hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 22–23 Januari 2026
2. Hujan lebat hingga sangat lebat pada 24 Januari 2026
3. Kondisi cuaca ini berpotensi meningkatkan risiko:

  • Tanah longsor
  • Gerakan tanah
  • Retakan tanah
  • Amblas di wilayah rawan

    Imbauan untuk Pemerintah Wilayah dan Masyarakat
    PVMBG dan BPBD DKI Jakarta mengimbau:
  • Lurah dan Camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan wilayah
  • Masyarakat agar waspada saat hujan lebat berkepanjangan
  • Menghindari aktivitas di lereng, tebing, atau bantaran sungai saat hujan
  • Segera melapor ke petugas jika ditemukan retakan tanah, pohon miring, atau rembesan air tidak wajar
  • Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau memantau informasi resmi melalui BPBD DKI Jakarta dan BMKG.

Load More