- Menteri Perhubungan mengklaim WFA efektif menurunkan proyeksi kendaraan arus balik Lebaran 2026 dari 285 ribu menjadi 250 ribu.
- Data aktual menunjukkan volume kendaraan Lebaran 2026 justru meningkat, namun pola pergerakannya menjadi lebih tersebar.
- Penurunan kepadatan mungkin disebabkan kombinasi WFA dan diskon tarif tol 30 persen yang membagi jadwal perjalanan.
SuaraJakarta.id - Kebijakan work from anywhere (WFA) disebut-sebut berhasil mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Namun, di balik klaim tersebut, data di lapangan justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menilai WFA efektif karena mampu menurunkan proyeksi jumlah kendaraan pada puncak arus balik. “Dari prediksi awal 285 ribu kendaraan menjadi sekitar 250 ribu, dan di penyeberangan juga ada penurunan. Jadi saya melihat ada efektivitas,” ujarnya.
Namun, benarkah WFA benar-benar menekan kepadatan? Atau hanya mengubah pola arus balik?
Melansir ANTARA, terjadi peningkatan volume kendaraan pada arus balik 2026.
Pada 24 Maret 2026, tercatat 256.338 kendaraan melintas dalam satu hari yakni lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 223 ribu kendaraan. Artinya, jumlah kendaraan tidak benar-benar berkurang namun yang berubah adalah pola pergerakannya.
Alih-alih menumpuk di satu hari, arus kendaraan kini mulai tersebar ke beberapa hari. Hal ini membuat kepadatan terasa lebih terkendali, meski total kendaraan tetap tinggi.
Efektivitas WFA juga tidak bisa dilihat secara tunggal. Pada periode yang sama, pemerintah juga menerapkan diskon tarif tol hingga 30 persen.
Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk mengatur ulang waktu perjalanan agar tidak berbarengan di hari puncak.
Dengan kata lain, penurunan kepadatan bisa jadi bukan semata karena WFA, melainkan hasil kombinasi beberapa kebijakan sekaligus.
Baca Juga: Dishub DKI Minta Warga Balik ke Jakarta Jangan Turun Sembarangan dari Bus, Nanti Susah Sendiri
Meski distribusi kendaraan lebih merata, pemerintah tetap memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Ini menunjukkan bahwa WFA tidak sepenuhnya menghilangkan potensi kepadatan, melainkan hanya menggesernya.
Bagi pemudik, risiko kemacetan tetap ada terutama jika memilih waktu perjalanan yang sama dengan mayoritas pengguna jalan.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan baru: apakah WFA benar-benar solusi jangka panjang, atau hanya strategi sementara untuk mengurai lonjakan?
Di satu sisi, fleksibilitas kerja memberi ruang bagi masyarakat untuk menghindari waktu puncak. Namun di sisi lain, tidak semua sektor bisa menerapkan WFA secara optimal.
Artinya, dampak kebijakan ini masih terbatas pada kelompok tertentu.
Tag
Berita Terkait
-
Dishub DKI Minta Warga Balik ke Jakarta Jangan Turun Sembarangan dari Bus, Nanti Susah Sendiri
-
Dibandingkan Tahun Lalu, Arus Balik ke Jakarta Turun 22 Persen Karena Ini
-
Pemprov DKI Siapkan 229 Unit Bus untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Jakarta Buka Pintu Lebar untuk Pendatang! Pramono Anung: Siapapun Boleh Datang, Asal...
-
Puncak Arus Balik Libur Panjang, 37 Ribu Lebih Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi