Tasmalinda
Rabu, 25 Maret 2026 | 18:23 WIB
Ilustrasi macet arus balik, meski dilakukan WFA. (Dokumen Pribadi/Rizqi)
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan mengklaim WFA efektif menurunkan proyeksi kendaraan arus balik Lebaran 2026 dari 285 ribu menjadi 250 ribu.
  • Data aktual menunjukkan volume kendaraan Lebaran 2026 justru meningkat, namun pola pergerakannya menjadi lebih tersebar.
  • Penurunan kepadatan mungkin disebabkan kombinasi WFA dan diskon tarif tol 30 persen yang membagi jadwal perjalanan.

WFA terbukti memberi dampak terhadap distribusi arus balik. Namun menyebutnya sebagai solusi utama mungkin terlalu dini.

Yang terjadi saat ini bukanlah penurunan jumlah kendaraan secara signifikan, melainkan perubahan pola perjalanan yang lebih tersebar.

Dan selama mobilitas masyarakat tetap tinggi, tantangan arus balik akan selalu ada—dengan atau tanpa WFA.

Lebaran 2026 menunjukkan satu hal penting: kebijakan kerja kini tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga pada cara orang bergerak.

WFA mungkin bukan jawaban tunggal. Namun setidaknya, ia membuka cara baru dalam menghadapi persoalan lama, kemacetan arus balik.

Load More