Sementara 11 lainnya dimakamkan di luar dua TPU khusus pemakaman pasien corona. Ada juga 43 jenazah di makamkan di tanah wakaf, 50 di TPU luar DKI Jakarta, dan 72 jenazah dikremasi.
Jumlah terbanyak kedua terjadi pada bulan April. Dengan total 1.241 jenazah. Lalu ketiga adalah bulan Agustus dengan totalnya mencapai 1.183 orang.
Sementara untuk yang paling sedikit terjadi pada bulan Maret atau masa awal pandemi dengan angka 355. Lalu bulan Juni menjadi paling sedikit kedua dengan 575 orang.
Setelah bulan Juni, angkanya terus meningkat seiring dengan pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
Baca Juga:PSBB Jilid II Diklaim Tekan Pertambahan Kasus Covid-19 di Jakarta
Angka kematian yang terus bertambah ini juga menjadi latar belakang Gubernur Anies Baswedan menarik rem darurat dan menerapkan PSBB Jilid II pada 14 September.

Habis 1-2 Bulan
Diberitakan sebelumnya, lahan pemakaman khusus jenazah protap Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur bisa habis dalam hitungan 1 sampai 2 bulan ke depan.
Hal itu disampaikan oleh Junaidi (43), petugas PJLP penggali dan pengubur jenazah covid di TPU Pondok Ranggon, pada Rabu (23/9/2020).
"Melihat dari rata-rata setiap hari 30 jenazah yang datang, ini (lahan) paling dua bulan ke depan sudah terisi penuh," kata Junaidi saat ditemui Suara.com di lokasi.
Baca Juga:Dinkes DKI Beberkan Alasan Larangan Makan di Tempat Selama PSBB Jakarta
Junaidi menuturkan, jika terus mengalami peningkatan dan tak ada penurunan jumlah jenazah yang dimakamkan selama PSBB DKI Jakarta jilid II ini bisa saja dalam 1 bulan lahan pemakaman TPU Pondok Ranggon penuh.