Artinya kurang lebih hari peringatan untuk pekerja kasar pribumi.
Jika dikaitkan dengan aktivitas Jepang pada masa itu dapat berarti prasasti itu merupakan sebuah peringatan untuk para pekerja paksa (romusha) yang didatangkan oleh Jepang ke Pulau Sangiang Banten dalam rangka pembuatan bungker-bungker tersebut.