facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bukan Keluarga, Ini Klaster Terbanyak Penyumbang Kasus Covid-19 di Bekasi

Rizki Nurmansyah Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:05 WIB

Bukan Keluarga, Ini Klaster Terbanyak Penyumbang Kasus Covid-19 di Bekasi
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah. [Antara]

"Klaster keluarga enggak banyak," Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah.

SuaraJakarta.id - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, mengungkap klaster terbanyak penyumbang kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, klaster terbanyak yang menyumbang kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih didominasi klaster industri.

Tercatat ada sekitar 900 kasus Covid-19 dari klaster industri di wilayah tersebut.

"Klaster industri paling banyak sampai 900-an kasus dari 56 perusahaan," ujarnya dilansir dari Ayobekasi—jaringan Suara.com—Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga: Cerita Kampung Satria Mekar Bekasi Mini Lockdown Demi Bebas COVID-19

Ridwan Kamil di PT Suzuki Indomobil di Kawasan Industri Greendland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (4/9/2020). (Suara.com/Yacub)
Ridwan Kamil di PT Suzuki Indomobil di Kawasan Industri Greendland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (4/9/2020). (Suara.com/Yacub)

Ditanya soal klaster lain, seperti keluarga dan kumpulan olahraga indoor seperti sanggar senam, Alamsyah mengatakan hal itu mungkin bisa saja terjadi.

Namun persentasenya masih jauh di bawah klaster industri dalam kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

"Klaster keluarga enggak banyak. Tetap terbanyak di (kawasan) industri," ungkapnya.

Salah seorang pengurus RW di Tambun Utara mengaku keberatan jika wilayahnya disebut memiliki klaster penyebaran Covid-19 baru.

Hal itu lantaran proses tracing masih berjalan dan hanya satu orang yang positif.

Baca Juga: Bekasi Telusuri Dugaan Adanya Klaster Senam Zumba

"Belum bisa disebut klaster karena tidak terbukti ada persebaran dari sini. Memang satu orang positif, tapi satu masih suspek," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait