Cerita Kampung Satria Mekar Bekasi Mini Lockdown Demi Bebas COVID-19

RW ini ingin melindungi warganya dari COVID-19.

Pebriansyah Ariefana
Sabtu, 03 Oktober 2020 | 08:05 WIB
Cerita Kampung Satria Mekar Bekasi Mini Lockdown Demi Bebas COVID-19
Ilustrasi kampung lockdown. [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJakarta.id - Di Tambun, Bekasi ada satu kampung yang menerapkan mini lockdown. Yap, ini lockdown betulan.

RW 14 Kelurahan Satria Mekar, Kecamatan Tambun, menutup kampungnya dari keluar masuk manusia. Ojek online, pedagang keliling sampai pengantar paket dilarang masuk.

Tujuannya sederhana, RW ini ingin melindungi warganya dari COVID-19.

Sebenarnya tak hanya RW itu, sejumlah kawasan di Kabupaten Bekasi menerapkan kebijakan mini lokcdown di mana tidak semua orang bebas masuk ke kawasan tersebut.

Baca Juga:Setelah Thiago Alcantara, Kini Giliran Sadio Mane yang Positif COVID-19

Hal itu sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 yang angkanya setiap hari kian memprihatinkan.

Ketua RW 14 Kelurahan Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara Fauzi mengatakan bahwa pihaknya sudah dua kali memberlakukan kebijakan mini lockdown sejak awal pandemi pada Maret lalu hingga saat ini.

"Iya karena ada peningkatan kasus itu, kita ada mini lockdown. Pedagang dan ojol enggak bisa masuk," kata Fauzi kepada Ayobekasi.net (jaringan Suara.com), Jumat (2/10/2020).

Dia melanjutkan, untuk kurir pembawa paket juga tidak diperkenankan masuk untuk mengantarkan pesanan.

Semua paket online hanya boleh sampai pos penjagaan, untuk selanjutnya didistribusikan oleh petugas keamanan.

Baca Juga:Bekasi Telusuri Dugaan Adanya Klaster Senam Zumba

Selain itu, apabila ada warga di luar perumahan yang ingin mengunjungi kerabatnya, maka wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini