Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pendemo Rusuh di Patung Kuda Diduga Siram Cairan Kimia Berbentuk Bola Kasti

Pebriansyah Ariefana Selasa, 13 Oktober 2020 | 19:21 WIB

Pendemo Rusuh di Patung Kuda Diduga Siram Cairan Kimia Berbentuk Bola Kasti
Massa terlibat bentrokan saat aksiunjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Cairan kimia itu diduga berbentuk bola kasti.

SuaraJakarta.id - Pendemo rusuh penolak UU Cipta Kerja diduga lempar cairan kimia di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). Hal ini tengah diselidiki polisi.

Cairan kimia itu diduga berbentuk bola kasti.

"Itu (bola kasti kimia) sedang kami selidiki betul bahan kimia atau bukan, masih pendalaman," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, kepada wartawan di Halte Bank Indonesia, Selasa (13/10/2020).

Nana mengatakan saat ini bola kimia tersebut masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Seorang wanita berlari saat terjadi bentrokan antara petugas kepolisian dengan massa aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/10/2020).  [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Seorang wanita berlari saat terjadi bentrokan antara petugas kepolisian dengan massa aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/10/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Tim penjinak bom dan gegana sudah turun untuk menyelidiki cairan tersebut.

"Ini kita selidiki, ada anggota dari Jibom dan Gegana," ucap Nana.

Seperti diketahui, demo PA 212 cs yang awalnya berjalan kondusif tiba-tiba ricuh.

Massa terlibat bentrokan saat aksiunjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020).  [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Massa terlibat bentrokan saat aksiunjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Sekitar pukul 16.00 WIB, massa yang diduga anarko tiba-tiba melempari petugas dengan batu dan botol.

Pihak kepolisian terpaksa menembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Massa kocar kacir dan berpencar ke berbagai arah seperti Tanah Abang hingga Tugu Tani.

Hingga kini pihak kepolisian masih berupaya untuk menghentikan massa yang rusuh di sejumlah tempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait