Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mistis Urban Legend Jasinga, Lokasi Napi Cina Cai Changpan Gantung Diri

Pebriansyah Ariefana Minggu, 18 Oktober 2020 | 07:24 WIB

Mistis Urban Legend Jasinga, Lokasi Napi Cina Cai Changpan Gantung Diri
Kawasan Jasinga Bogor. [Istimewa]

Mitos seekor Singa yang melegenda, jelmaan dari tokoh-tokoh Jasinga.

SuaraJakarta.id - Jasinga tak terlalu akrab terdengar di telinga warga Ibu Kota. Namun Jasinga yang bagian dari Kabupaten Bogor ini mempunyai kisah urban legend menarik.

Nama Jasinga mendadak muncul di publik setelah buronan narkoba dari Cina, Cai Changpan kabur dari Lapas Tangerang. Cai Changpan kabur ke hutan Jasinga.

Belakangan Cai Changpan pun ditemui gantung diri di Hutan Jasinga, Sabtu (17/10/2020).

Suara.com mengutip urban legend dan sejarah Jasinga dari situs Pemerintah Kabupaten Bogor, bogorkab.go.id. Dalam keterangan di situs itu, Pemkab pun mengutip dari Kalakay Jasinga (kalakayjasinga.blogspot.com)

Dalam tulisan itu menceritakan jika pada masa lalu, Jasinga meliputi batas-batas Sajira di sebelah Barat, Tangerang di sebelah Utara, Bayah di sebelah Selatan dan Cikaniki di sebelah Timur.

Berlalunya waktu, Jasinga kini meliputi daerah Cigudeg, Tenjo, Nanggung, Parungpanjang dan Jasinga sebagai titik pusatnya.

Begini wajah napi Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang. [Ist]
Begini wajah napi Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang. [Ist]

Masyarakat dahulu menyebut Jasinga dengan sebutan Bogor-Banten, bahkan juru pantun terkenal Sunda yaitu Aki Buyut Baju Rambeng berasal dari daerah Bogor-Banten atau yang tinggal di daerah Pegunungan Tonggoheun Jasinga.

Disebut Bogor-Banten karena posisiya berbatasan langsung dengan wilayah Banten. Tidak hanya batas wilayah tetapi ditinjau dari budaya, perilaku serta dialek bahasa mirip sekali dengan masyarakat Banten yang sebagian tidak terpengaruh dengan budaya Priangan.

Kini Jasinga termasuk wilayah administrasi Kabupaten Bogor.

Mengenai asal usul nama Jasinga sendiri hingga kini masih terdapat berbagai versi. Kebanyakan versi yang melekat dan diyakini masyarakat yaitu cerita yang didapat dari penuturan turun temurun dari mulut ke mulut para sesepuh setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait