Gundah Airin Kasus Kematian Covid-19 di Tangsel Naik: Kekurangan Ruang ICU

"Seminggu yang lalu bisa tenang enggak ada yang meninggal. Tapi sekarang ada lagi nih yang meninggal," kata Airin.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 03 November 2020 | 15:49 WIB
Gundah Airin Kasus Kematian Covid-19 di Tangsel Naik: Kekurangan Ruang ICU
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

SuaraJakarta.id - Jumlah pasien Covid-19 meninggal di Kota Tangerang Selatan kini mencapai 91 orang. Delapan pasien meninggal dengan status kasus probable dan 83 pasien meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 meninggal membuat Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany gundah dan langsung melakukan evaluasi.

Terlebih pasca meninggalnya Kepala Dinas Pariwista Dadang Sofyan yang di makamkan dengan protokol kesehatan Covid-19 pada Minggu (1/11/2020).

Kekinian, kata Airin, Tangsel bolak-balik berstatus dari zona merah ke oranye, lalu merah lagi.

Baca Juga:Saraswati Klarifikasi ke Gakkumdu: Saya Memang Lulusan SMA di Swiss

"Nah inilah yang sebetulnya yang menyebabkan kenapa kita selalu merah karena hampir rata-rata setiap hari. Baru kemarin tuh baru 6 hari, seminggu yang lalu bisa tenang enggak ada yang meninggal. Tapi sekarang ada lagi nih yang meninggal," kata Airin ditemui di Masjid Al-I'thisom, Pemkot Tangsel, Selasa (3/11/2020).

Airin menerangkan, hasil evaluasi Gugus Tugas Covid-19 bahwa jumlah pasien Covid-19 meninggal bertambah lantaran terlambat mendapat perawatan medis.

"Evaluasi dari yang meninggal di rumah sakit, itu ternyata mereka masuk rumah sakit terlambat. Sehingga mereka butuh ventilator, obat dan yang lainnya. Jadi karena sudah terlalu masuk virusnya, itu yang akhirnya menyebabkan kematian, walaupun meninggal itu karena takdir, ya. Apalagi kalau ada komorbid, yang akhirnya memicu si Komorbid itu menjadi lebih parah lagi," papar Airin.

Selain itu, Airin menyebut bertambahnya jumlah pasien meninggal karena Covid-19 lantaran kekurangan ruang ICU.

"Obat cukup, ruang juga cukup. ICU memang kita harus tambahkan lagi. Masih kurang. Karena yang masuk ICU kan biasanya yang parah. Nah kejadian dari yang kemarin pun beberapa hal yang untuk sakit seperti itu (parah)," ungkapnya.

Baca Juga:MUI Tangsel Seru Boikot Produk Prancis: Sudah Sepantasnya Mendapat Hukuman

Menurutnya, hingga saat ini, kasus positif Covif-19 masih didominasi klaster keluarga dan perkantoran.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini