"Kita dibenturkan dengan aparat. Alhamdulilah tidak ada serangan fisik. Kita terlibat cekcok saja, akhirnya mereka pergi," ungkap Ria.
Warga lainnya, Kiki mengungkapkan kejadian itu membuat mereka kembali trauma dengan kejadian penggusuran pada 1 September lalu. Terutama anak-anaks.
"Kami trauma, kok tega? Anak-anak ini trauma mereka nangis ingat penggusuran yang dulu (1 September 2020) ingat rumahnya dihancurin," urainya.
"Bahkan tadi ada anak-anak yang berusaha untuk mematikan mesin alat beratnya tapi dihalangi oleh TNI," imbuhnya.
Baca Juga:Serbu Kantor Pemkot Tangerang, Warga Gusuran Tol JORR Teriak Walikota Banci
Lebih lanjut, Kiki menegaskan warga tidak akan menghalangi pengerjaan Tol JORR II Bandara Soekarno-Hatta jika proses kompensasinya berjalan dengan benar dan adil.
"Yang kita minta kan hanya ganti rugi, ini proyek nasional kita juga gak mau menghalangi," pungkasnya.
Kontributor : Hairul Alwan