facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anies Ungkap Cuti Bersama Penyebab Kasus COVID-19 DKI Naik, karena Pilkada?

Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 21 Desember 2020 | 13:53 WIB

Anies Ungkap Cuti Bersama Penyebab Kasus COVID-19 DKI Naik, karena Pilkada?
Warga melintas di trotoar jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

Sampai 20 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 163.111.

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan angka pertambahan kasus Covid-19 di Jakarta terus meningkat belakangan ini. Hal ini juga bersamaan dengan momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, persentase pertambahan total kasus terkonfirmasi positif menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir. Sampai 20 Desember 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 163.111.

Artinya ada peningkatan 13,3 persen angka kasus corona di Jakarta dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 143.961 kasus pada 6 Desember lalu.

Anies menjelaskan, kenaikan angka Covid-19 yang terbaru mulai terjadi pada 7 Desember lalu. Bahkan pada 8 Desember atau satu hari menjelang Pilkada, terjadi kenaikan tingkat pergerakan masyarakat dari Jakarta ke luar kota.

Baca Juga: Selain Langgar Prokes, Diskotek Monggo Mas juga Ada Peredaran Narkoba

"Mulai 7 November 2020 memang ada kecenderungan meningkat, beberapa kasus diidentifikasi riwayat berpergian ke luar DKI Jakarta selama cuti bersama," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Senin (21/12/2020).

Karena pergerakan ke luar kota meningkat, maka mobilitas masyarakat yang kembali ke Jakarta juga akan naik. Karena itu, Anies menyatakan tingkat penularan corona di saat itu perlu diwaspadai.

"Terlebih mobilitas penduduk kembali ke Jakarta usai gelaran Pilkada serta periode ke depan, yakni libur akhir tahun," tuturnya.

Anies juga telah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi sampai 3 Januaei mendatang. Ia mengaku akan fokus pada pergerakan penduduk karena akan ada momen libur natal dan tahun baru.

“Mobilitas penduduk ini akan kami pantau dan dikendalikan agar tak terjadi penularan, baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya, sehingga perlu bagi kita khususnya para keluarga di Jakarta untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas liburan ke luar rumah, terlebih keluar dari Jakarta,” pungkasnya.

Baca Juga: PSBB Jakarta Diperpanjang Agar Warga Tak Berkerumun Rayakan Tahun Baru

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait