"Angpo cuma simbol bukan nilai materinya tapi angpao itu isinya Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, biar bisa beli beras lima liter aja kan membantu daripada saya bungkusin sembako, mendingin bungkusin angpao," kata pengusaha jalan tol.
Jusuf menambahkan, momen pembagian angpao di Tahun Baru Imlek juga sebagai bentuk sedekah di hari Jumat atau Jumat Berkah.
"Jadi pembagian angpao ini dalam rangka perayaan Imlek sambil shodaqoh, Jumat berkah, Jumat Shodaqoh," ujarnya.
Jusuf juga memastikan acara pembagian angpao tidak melanggar protokol kesehatan. Kegiatan ini berkoordinasi dengan Kecamatan Cilandak dan Pemerintah Kota Bogor.
Baca Juga:Suasana Imlek Vihara Kwan In Thang Sepi, Bagi-bagi Angpao Ditiadakan
Pembagian dilakukan setelah Salat Jumat. Penerima diwajibkan duduk sesuai saf-nya masing-masing.
Jusuf mewanti-wanti warga yang datang tidak berkerumun dan tidak berdiri saat pembagian angpao. Cukup duduk saja, yang berdiri tidak akan dibagi.
Sementara itu, Marullah Matali menyambut baik niatan Jusuf Hamka berbagi di perayaan Imlek.
"Ada bentuk kepedulian memperingati hari Imlek, kebudayaan Tionghoa, membagikan angpao atau keberkahan, membagi sedekah, kita doakan orang yang memberikan kepedulian rezekinya dibalas oleh Allah," kata Marullah.
Kegiatan pembagian angpao diawasi oleh Camat Cilandak, Mundari, turut mengawal anggota Sudin Perhubungan dan Kepolisian.
Baca Juga:Tradisi Bagi Angpao saat Imlek, Syaratnya: Jangan Angka Ganjil
Masyarakat yang datang ke Masjid Babah Alun Desari wajib menerapkan protokol kesejatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, diukur suhu tubuhnya serta menjaga jarak.